• sekretariat@walhiriau.or.id
  • Home
  • Isu Kita
    • Bencana Ekologis
    • Energi
    • Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
    • Perkotaan
    • Keadilan Iklim
    • Hutan dan Kebun
    • Kejahatan Lingkungan
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
    • Organisasi Anggota
    • Eksekutif Daerah
    • Dewan Daerah
  • id ID
    • en EN
    • id ID
No Result
View All Result
WALHI Riau
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Restorasi Ekosistem Lahan Gambut Dan hutan

WALHIRiau25 by WALHIRiau25
December 14, 2016
in Uncategorized
0
0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

DCIM100GOPRO

Related Posts

Hari Anti Tambang 2026: Riau dan Kepulauan Riau Darurat EkstraktivismeDari Batu Bara, Emas hingga Pasir Laut, Ruang Hidup Rakyat Terus Terancam

Luncurkan Laporan Investigasi, WALHI Riau Mendesak Komitmen Penuh FOLU Net Sink 2030 di Sektor Korporasi Kehutanan Riau

Masyarakat Pulau Mendol Menang Telak! Mahkamah Agung Menolak Permohonan Kasasi PT TUM!

ORANG MUDA RIAU GELAR AKSI SOLIDARITAS UNTUK PALESTINA DI JEMBATAN SIAK III: “THERE IS NO CLIMATE JUSTICE WITHOUT PALESTINIAN LIBERATION”

Keberadaan kanal-kanal di lahan gambut yang demikian banyak, merupakan penyebab keringnya gambut sehingga mudah terbakar. Kebakaran di lahan gambut yang terjadi hampir setiap tahun saat musim kemarau telah menimbulkan kerusakan dan terganggunya ekosistem gambut dalam tingkatan yang sangat mengkhawatirkan. Oleh karena itu diperlukan adanya solusi permanen untuk mencegah kebakaran dimasa yang akan datang, saat ini dilakukan perbaikan terhadap kondisi dan fungsi ekositem gambut secara menyeluruh. Pemulihan dimaksudkan untuk mengembalikan, mempertahankan dan meningkatkan fungsi ekosistem gambut yang dilakukan secara bertahap.

Kecamatan Tebing tinggi timur merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau yang  mengalami kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2014,  tercatat sebagai kebakaran terbesar yang pernah terjadi. Api yang membakar perkebunan sagu masyarakat berasal dari dari areal perusahaan yang bersempadan langsung dengan perkebunan masyarakat. Selain itu, kebakaran yang terjadi di Kecamatan Tebingtinggi timur juga tidak lepas dari praktik pengeringan gambut yang dilakukan perusahaan untuk menunjang perkebunan sagu perusahaan tersebut.

Menyadari kekeliruan tersebut, maka masyarakat Tebingtinggi Timur bersepakat untuk memulihkan gambut yang kering dengan cara menyekat kanal. Berangkat dari inisiatif masyarakat tersebut, maka UNDP melalui WALHI Riau memfasilitasi untuk membangun sekat-sekat kanal. Walau sebelumnya telah dibangun sekat kanal secara swadaya oleh masyarakat. UNDP mendukung pembangunan 20 sekat kanal di Kecamatan Tebingtinggi Timur yaitu Desa Sungai Tohor, Sungai Tohor Barat, Nipah Sendanu, Sendanu Darul Ihsan dan desa Tanjung Sari. Selain sekat kanal juga dilakukan pemulihan ekosistem gambut dengan cara penanaman dan pembibitan kayu alam dan tanaman lokal (sagu) yang seluruh aktifitas pemulihan gambut ini dilakukan oleh masyarakat dari masing masing desa di Kecamatan Tebingtinggi Timur.

Menurut Janes Sinaga, Dewan Daerah WALHI Riau, “pembangunan sekat kanal yang didukung oleh UNDP melalui WALHI Riau, tidak hanya dilakukan di kecamatan tebingtinggi Timur Saja, tetapi juga dilakukan di kecamatan Bungga Raya dan Kecamatan pusako Kabupaten Siak, yaitu di desa tuah indrapura Kampung Dosan, Jati Baru dan Temusai. Total ada 58 sekat kanal yang Sudah dibangun. Dukungan WALHI Riau merupakan bentuk apresiasi terhadap inisiatif masyarakat memulihkan gambut agar kembali basah. Semoga inisiatif masyarakat untuk memulihkan gambut agar kembali basah, dan mampu mencegah kebakaran hutan dan lahan tidak kembali terulang di kecamatan Tebingtinggi Timur, Kabupaten Meranti Dan di Kabupaten Siak tersebut.”

Tags: Asap RiauBlusukan ASAPBlusukan JokowiDarurat Asapgambut riauhot spot riauhutan riauIndustri Palm OilJIKALAHARIKabupaten Merantikabut asapkebakaran hutan dan lahankonflik agrariaKonsesi PerusahaanKorupsi PerizinanKPKPerkebunan Kelapa SawitPT. NSPSahabat WalhiSDAWALHIwalhi riauWisata Riau
Next Post

NEGARA ALPA: NELAYAN TRADISIONAL RAWAI DIHANTUI JARING BATU

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel lain

Uncategorized

Hari Anti Tambang 2026: Riau dan Kepulauan Riau Darurat EkstraktivismeDari Batu Bara, Emas hingga Pasir Laut, Ruang Hidup Rakyat Terus Terancam

by WALHI Riau
June 3, 2026
0

Siaran PersWahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Riau Pekanbaru, 3 Juni 2026 - Peringatan Hari Anti Tambang (HATAM) 2026 yang jatuh...

Read more

Hari Anti Tambang 2026: Riau dan Kepulauan Riau Darurat EkstraktivismeDari Batu Bara, Emas hingga Pasir Laut, Ruang Hidup Rakyat Terus Terancam

WALHI Region Sumatera Deklarasikan Aliansi Daulat Sumatera (Andalas) untuk Agenda Menyelamatkan Ruang Hidup dan Penghidupan Bentang Alam Sumatera

Our Power, Our Riau: Mewujudkan Transisi Energi Berkeadilan, Tuntut Hak Rakyat dan Planet Melalui Aksi Mural Kolektif Hari Bumi

PSN GB-KEK: Ancaman Ekosistem Laut, Pulau Kecil dan Ruang HidupNelayan Bintan Pesisir

“Karhutla Berulang di Konsesi Korporasi: 1.351 Titik Api Ungkap Kegagalan Penegakan Hukum”

2026 Darurat Karhutla: Riau Kembali Mendominasi Titik Panas di Sumatra

Load More

[]


Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) RIau “Mewujudkan Riau Adil dan Lestari Berlandaskan Nilai Keadilan Ekologis”

© WALHI Riau 2025

  • Home
  • Isu Kita
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
  • Home
  • Isu Kita
    • Bencana Ekologis
    • Energi
    • Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
    • Perkotaan
    • Keadilan Iklim
    • Hutan dan Kebun
    • Kejahatan Lingkungan
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
    • Organisasi Anggota
    • Eksekutif Daerah
    • Dewan Daerah

© 2025 WALHI Riau