• sekretariat@walhiriau.or.id
  • Home
  • Isu Kita
    • Bencana Ekologis
    • Energi
    • Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
    • Perkotaan
    • Keadilan Iklim
    • Hutan dan Kebun
    • Kejahatan Lingkungan
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
    • Organisasi Anggota
    • Eksekutif Daerah
    • Dewan Daerah
  • id ID
    • en EN
    • id ID
No Result
View All Result
WALHI Riau
No Result
View All Result
Home Siaran Pers

ORANG MUDA RIAU GELAR AKSI SOLIDARITAS UNTUK PALESTINA DI JEMBATAN SIAK III: “THERE IS NO CLIMATE JUSTICE WITHOUT PALESTINIAN LIBERATION”

WALHIRiau25 by WALHIRiau25
May 8, 2025
in Siaran Pers, Uncategorized
0
0
SHARES
22
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Siaran Pers  
Wahana Lingkungan Hidup WALHI Riau 

Related Posts

Hilangnya Habitat Harimau Akibat Konsesi HTI Menelan Dua Korban Manusia, Perusahaan Harus Bertanggungjawab

BP Batam dan Polisi Harus Berhenti Merampas Tanah Warga Rempang

Sungai Reteh Tercemar Limbah, Warga Batu Ampar Tuntut Cabut Izin Tambang Batubara PT BPP

Pulau Rempang Bukan Ruang Kosong: BP Batam Hentikan Penerobosan Lahan Masyarakat  

Pekanbaru, 5 Mei 2025 – Puluhan orang muda yang tergabung dalam gerakan Orang Muda Riau menggelar aksi solidaritas untuk rakyat Palestina dengan membentangkan spanduk bertuliskan “There is no climate justice without Palestinian liberation” di Jembatan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzamsyah atau Jembatan Siak III, Kamis siang, 1 Maret 2025. Aksi ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus tuntutan tegas atas penghentian genosida yang terus berlangsung terhadap rakyat Palestina.

Spanduk yang dibentangkan menyuarakan keterkaitan erat antara perjuangan kemerdekaan Palestina dengan perjuangan global untuk keadilan iklim. “Kami percaya bahwa tidak mungkin ada keadilan iklim sejati tanpa kebebasan dan kemerdekaan bagi seluruh rakyat, termasuk rakyat Palestina yang telah lama hidup di bawah paenjajahan dan kekerasan sistematis,” kata Imam.

Situasi Di Gaza semakin memburuk akibat blokade total yang diberlakukan oleh Israel sejak 2 Maret 2025. Blokade ini telah menghentikan masuknya bantuan kemanusiaan, termasuk makanan, bahan bakar, dan pasokan medis, selama hampir dua bulan. Akibatnya, lebih dari 2,3 juta penduduk Gaza menghadapi kelaparan dan kekurangan gizi yang parah.

Organisasi Pangan Dunia atau World Food Programme (WFP) melaporkan bahwa stok makanan mereka di Gaza telah habis, memaksa mereka menghentikan distribusi makanan kepada keluarga-keluarga yang membutuhkan. Harga makanan melonjak hingga 1.400% dibandingkan sebelum blokade, dan lebih dari 90% populasi mengalami tingkat kerawanan pangan akut termasuk anak-anak yang seharusnya memiliki masa depan.

Dapur umum yang sebelumnya menjadi sumber makanan bagi ribuan orang kini terancam tutup karena kekurangan pasokan. Lebih dari 10.000 anak-anak menderita malnutrisi, dan setidaknya 52 orang, termasuk 50 anak-anak, telah meninggal dunia akibat kelaparan.

Krisis iklim tidak mempengaruhi semua orang secara setara. Komunitas yang paling rentan, termasuk masyarakat yang hidup dalam penjajahan dan konflik, seringkali menjadi korban paling terdampak. Di Palestina, blokade, penghancuran infrastruktur, dan eksploitasi sumber daya oleh rezim penjajah memperparah kerentanan ekologis dan menghalangi rakyat Palestina mengakses air bersih, lahan produktif, dan lingkungan yang aman.

Dalam konteks ini, Orang Muda Riau menyuarakan bahwa keadilan iklim bukan hanya soal mengurangi emisi, tetapi juga menghapuskan ketidakadilan struktural yang memungkinkan penjajahan dan penindasan terus berlangsung. “Kami berdiri bersama rakyat Palestina karena keadilan iklim menuntut pembebasan, dari kolonialisme, kapitalisme ekstraktif, dan kekerasan negara,” jelas Intan.

Aksi ini menyerukan kepada masyarakat internasional, termasuk pemerintah Indonesia, untuk bersikap tegas dalam mendesak penghentian agresi militer Israel dan mendukung penuh perjuangan rakyat Palestina untuk merdeka dan berdaulat atas tanah dan hidup mereka. Di saat yang sama, aksi ini juga mengajak sesama anak muda untuk memperluas solidaritas lintas isu: keadilan iklim, keadilan antar generasi, hak atas tanah, hingga hak untuk hidup bebas dari penjajahan.

“Tidak ada keadilan iklim tanpa pembebasan Palestina. Tidak ada dunia yang adil selama masih ada penjajahan.”

Narahubung :
WALHI Riau (082288245828)

Next Post

Masyarakat Pulau Mendol Menang Telak! Mahkamah Agung Menolak Permohonan Kasasi PT TUM!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel lain

Hutan dan Kebun

Hilangnya Habitat Harimau Akibat Konsesi HTI Menelan Dua Korban Manusia, Perusahaan Harus Bertanggungjawab

by WALHI Riau
July 20, 2026
0

Siaran PersWahana Lingkunan Hidup Indonesia (WALHI) Riau Selasa, 14 Juli 2026 – Kembali terjadi serangan harimau sumatera mematikan yang merenggut...

Read more

Hilangnya Habitat Harimau Akibat Konsesi HTI Menelan Dua Korban Manusia, Perusahaan Harus Bertanggungjawab

BP Batam dan Polisi Harus Berhenti Merampas Tanah Warga Rempang

Sungai Reteh Tercemar Limbah, Warga Batu Ampar Tuntut Cabut Izin Tambang Batubara PT BPP

Pulau Rempang Bukan Ruang Kosong: BP Batam Hentikan Penerobosan Lahan Masyarakat  

Jejak Fesyen Eropa di Hutan Indonesia: Mengapa Viskose Harus Masuk EUDR

Hari Lingkungan Hidup 2026: Selamatkan Ruang Hidup, Wujudkan Keadilan Ekologis

Load More

[]


Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) RIau “Mewujudkan Riau Adil dan Lestari Berlandaskan Nilai Keadilan Ekologis”

© WALHI Riau 2025

  • Home
  • Isu Kita
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
  • Home
  • Isu Kita
    • Bencana Ekologis
    • Energi
    • Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
    • Perkotaan
    • Keadilan Iklim
    • Hutan dan Kebun
    • Kejahatan Lingkungan
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
    • Organisasi Anggota
    • Eksekutif Daerah
    • Dewan Daerah

© 2025 WALHI Riau