• sekretariat@walhiriau.or.id
  • Home
  • Isu Kita
    • Bencana Ekologis
    • Energi
    • Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
    • Perkotaan
    • Keadilan Iklim
    • Hutan dan Kebun
    • Kejahatan Lingkungan
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
    • Organisasi Anggota
    • Eksekutif Daerah
    • Dewan Daerah
  • id ID
    • en EN
    • id ID
No Result
View All Result
WALHI Riau
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Menguak Jejak Keindahan Alam dan Budaya Desa Buluh Cina

WALHIRiau25 by WALHIRiau25
May 10, 2014
in Uncategorized
0
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Related Posts

Luncurkan Laporan Investigasi, WALHI Riau Mendesak Komitmen Penuh FOLU Net Sink 2030 di Sektor Korporasi Kehutanan Riau

Masyarakat Pulau Mendol Menang Telak! Mahkamah Agung Menolak Permohonan Kasasi PT TUM!

ORANG MUDA RIAU GELAR AKSI SOLIDARITAS UNTUK PALESTINA DI JEMBATAN SIAK III: “THERE IS NO CLIMATE JUSTICE WITHOUT PALESTINIAN LIBERATION”

KURMA (Diskusi Ramadhan) Bedah Buku Re dan PeREmpuan: Membaca Praktik Ketidakadilan dan Kekerasan Perempuan 

WALHI Riau dan Sahabat WALHI melangsungkan sebuah agenda Ekowisata pada 10 dan 11 Mei 2014 di Desa buluh Cina, Kabupaten Kampar. Kegiatan ini ditujukan untuk mengenalkan kepada mayarakat luas, khususnya Pekanbaru bahwa tidak jauh dari Pekanbaru terdapat sebuah desa yang lestari dengan keanekaragaman obejek wisata dan budaya. Walaupun tidak terlalu jauh dari Pekanbaru, namun masih banyak masyarakat tidak mengetahui keindahan Desa ini.

Kegiatan ini dilangsungkan murni dari ide anak-anak muda yang tergabung dalam Sahabat WALHI, kami mendukung kreatifitas anak-anak muda ini dalam mempromosikan keindahan lingkungan hidup dan kebudayaan masyarakat Desa Buluh Cina dalam melestarikan lingkungan sekitar mereka, ujar Riko Kurniawan, Direktur Eksekutif WALHI Riau.

 Upaya melestarikan lingkungan hidup tentunya harus bersinergi dengan upaya penguatan ekonomi masyarakat. Adanya hutan adat yang masih lestari dan 7 danau dan beragam objek wisata lainnya di desa Buluh Cina dan sekitarnya tentunya harus dipromosikan agar berkontribusi bagi ekonomi masyarakat. Hanya saja, promosi lingkungan hidup dan kebudayaan Desa buluh Cina juga harus tetap memperhatikan kearifan local msyarakat Desa. Keseimbangan pelestarian lingkungan hidup dan aspek ekonomi masyarakat berbasis kearifan local merupakan salah satu kunci menghambat masuknya investasi industry ekstraktif yang mengancam rusaknya hutan adat dan obejk wisata lainnya di Buluh Cina.

Kegian ini dilangsungkan dengan mengajak masyarakat luas, khususnya Pekanbaru untuk berkunjung atau berwisata ke Buluh Cina. Dari tour ini, masyarakat akan melihat indahnya Desa Buluh Cina dengan hamparan 7 Danaunya yang masih lestari. Udara segar, pemandangan yang indah, hutan desa yang lestari dan keragaman kesenian tradisional Buluh CIna tentunya menjadi daya tarik kujungan ini, sehingga peserta kegiatan ingin kembali berkunjung dan memberitakan kepada dunia bahwa tidak jauh dari Pekanbaru ada suatu Desa yang bernama Buluh Cina yang memiliki alam yang indah alam, masyarakat yang ramah dengan beragam kesenian tradisonal, kata Tya Harmonia, Kordinator Sahabat WALHI Riau.

Guna melancarkan kegiatan ini, Sahabat WALHI juga dibantu beragam komunitas yang turut serta mengisi dan meramaikan promosi Ekowisata Desa Buluh Cina, seperti Komunitas Rumah Sunting, Star PKBI, Slakers, The Kontrakan, Mapedalima Hangtuah dan sebagainya.

 SELAMATKAN BUMI DENGAN TANGANMU!

 

Tags: Buluh CinaEkowisataSahabat WalhiSAWAWALHIwalhi riauWisata Riau
Next Post

Walhi Riau: Indonesia butuh pengadilan khusus lingkungan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel lain

Siaran Pers

“Karhutla Berulang di Konsesi Korporasi: 1.351 Titik Api Ungkap Kegagalan Penegakan Hukum”

by WALHI Riau
April 2, 2026
0

Rilis MediaWahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Pekanbaru, 2 April 2026- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menyoroti peningkatan signifikan kebakaran hutan...

Read more

“Karhutla Berulang di Konsesi Korporasi: 1.351 Titik Api Ungkap Kegagalan Penegakan Hukum”

2026 Darurat Karhutla: Riau Kembali Mendominasi Titik Panas di Sumatra

Awal 2026, Lebih dari 5.000 Titik Api Muncul di Gambut Meski Masih Musim Hujan

Kurma Sempena 23 Tahun WALHI Riau: Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Ruang Hidup di Bumi Melayu

Ajukan Amicus Curiae: Bebaskan Petani Bunga Raya dan Hentikan Perampasan Lahan oleh PT TKWL

Seruan Pembebasan Petani Bunga Raya: Petani Bukan Penjahat!

Load More

[]


Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) RIau “Mewujudkan Riau Adil dan Lestari Berlandaskan Nilai Keadilan Ekologis”

© WALHI Riau 2025

  • Home
  • Isu Kita
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
  • Home
  • Isu Kita
    • Bencana Ekologis
    • Energi
    • Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
    • Perkotaan
    • Keadilan Iklim
    • Hutan dan Kebun
    • Kejahatan Lingkungan
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
    • Organisasi Anggota
    • Eksekutif Daerah
    • Dewan Daerah

© 2025 WALHI Riau