• sekretariat@walhiriau.or.id
  • Home
  • Isu Kita
    • Bencana Ekologis
    • Energi
    • Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
    • Perkotaan
    • Keadilan Iklim
    • Hutan dan Kebun
    • Kejahatan Lingkungan
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
    • Organisasi Anggota
    • Eksekutif Daerah
    • Dewan Daerah
  • id ID
    • en EN
    • id ID
No Result
View All Result
WALHI Riau
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Pemanfaatan Oleh Rakyat Untuk Pencegahan Kebakaran

WALHIRiau25 by WALHIRiau25
December 8, 2014
in Uncategorized
0
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kedatangan Presiden Jokowi ke Desa Sungai Tohor Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Meranti pada akhir November 2014 lalu mejadi momentum bagi penyelamatan hutan gambut di Riau. Datangnya beliau ke Desa Sungai Tohor ini sempat mengalami penundaan dihari sebelumnya karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk melakukan pendaratan.

Related Posts

Luncurkan Laporan Investigasi, WALHI Riau Mendesak Komitmen Penuh FOLU Net Sink 2030 di Sektor Korporasi Kehutanan Riau

Masyarakat Pulau Mendol Menang Telak! Mahkamah Agung Menolak Permohonan Kasasi PT TUM!

ORANG MUDA RIAU GELAR AKSI SOLIDARITAS UNTUK PALESTINA DI JEMBATAN SIAK III: “THERE IS NO CLIMATE JUSTICE WITHOUT PALESTINIAN LIBERATION”

KURMA (Diskusi Ramadhan) Bedah Buku Re dan PeREmpuan: Membaca Praktik Ketidakadilan dan Kekerasan Perempuan 

Kehadiran presiden di desa penghasil tepung sagu basah ini merupakan hasil perjuangan masyarakat Desa Sungai Tohor sendiri. Abdul Manan masyarakat Desa Sungai Tohor yang sebelumnya menulis petisi #blusukanasap untuk mengundang presiden melihat lokasi sisa kebakaran hutan dan lahan akibat kelalaian PT. National Sago Prima yang juga menghanguskan kebun sagu masyarakat.

Kebakaran hebat pada Februari 2014 berawal dari titik K.26 konsesi PT. NSP. Kebakaran terparah yang pernah terjadi dibandingkan kebakaran sebelumnya. Keringnya lahan gambut menjadi penyebab mudahnya gambut terbakar. Sistem kanal yang dilakukan perusahaan menyebabkan pelepasan air gambut ketika air laut pasang.

Abet Nego Tarigan Direktur Walhi Nasional bersama Presiden Jokowi melakukan penyekatan kanal. Foto: WALHI Riau

Masyarakat Desa Sungai Tohor telah melakukan penyekatan kanal-kanal perusahaan, upaya ini untuk menahan pelepasan air gambut dan menjaga lahan gambut tetap basah. Kondisi gambut basah menjadi ekosistem tempat tumbuhnya tanaman rumbia untuk kebutuhan kilang sagu. Upaya masyarakat untuk mempertahankan ekosistem gambut selain mencegah kebakaran juga berdampak pada perkebunan rumbia yang memerlukan banyak air.

Sejalan dengan Riko Kurniawan Eksekutif Direktur WALHI Riau, “Proses pemindahan kayu alam hasil tebangan perusahaan memerlukan kanal. Kanal-kanal yang buat oleh perusahaan ini mengakibatkan lahan gambut menjadi kering, sehingga mudah terbakar. Lahan gambut ini seperti spoon dimusim hujan akan menyerap air dan ketika kemarau secara otomatis melepaskan air.”

Penyekatan kanal yang dilakukan masyarakat mendapat dukungan Presiden Jokowi, ” penyekatan kanal ini harus mendapat dukungan pemerintah, karena dengan penyekatan sepanjang tahun gambut akan tetap basah artinya jika basah tidak akan mudah terbakar atau dibakar.” penyampaian Jokowi saat blusukan asap.

Pada kesempatan yang sama ketika ditanya mengenai pencabutan izin perusahaan penyebab terjadinya kebakaran hutan dan lahan presiden sudah memerintahkan menteri terkait untuk segera mengambil tindakan. “saya sudah perintahkan menteri kehutanan untuk segera mengambil tindakan terkait pencabutan izin dan paling baik pengelolaan Hutan diberikan kepada masyarakat.”

WALHI menunggu janji presiden untuk menyelesaikan masalah berkaitan dengan konflik agraria yang menyengsarakan masyarakat karena kehilangan ruang kelolanya.

 

Tags: Asap RiauBlusukan ASAPBlusukan Jokowigambut riauHTIhutan riaukebakaran hutan dan lahankonflik agrariasengketa lahanWALHIwalhi riau
Next Post

Simbol Penyelamatan Hutan Rawa Gambut

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel lain

Siaran Pers

Sumatera Darurat Ekologi: Bencana yang Dirancang Negara

by WALHI Riau
December 3, 2025
0

Siaran PersWahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Riau Pekanbaru, 3 Desember 2025 — Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh,...

Read more

Sumatera Darurat Ekologi: Bencana yang Dirancang Negara

Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan: Industri Ekstraktif Memperdalam Kerentanan dan Kekerasan terhadap Perempuan

Roots Up Aksi Respon COP 30: Bersama Pulihkan Riau!

Jatah Preman Memperpanjang Riwayat Korupsi Gubernur Riau, Berimbas Buruknya Tata Kelola Perizinan SDA

Hari Sumpah Pemuda, WALHI Riau Serukan Tuntutan Keadilan Iklim dan Antargenerasi 

Industri Ekstraktif: Merusak Lingkungan Hidup dan Merampas Hak Rakyat 

Load More

[]


Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) RIau “Mewujudkan Riau Adil dan Lestari Berlandaskan Nilai Keadilan Ekologis”

© WALHI Riau 2025

  • Home
  • Isu Kita
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
  • Home
  • Isu Kita
    • Bencana Ekologis
    • Energi
    • Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
    • Perkotaan
    • Keadilan Iklim
    • Hutan dan Kebun
    • Kejahatan Lingkungan
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
    • Organisasi Anggota
    • Eksekutif Daerah
    • Dewan Daerah

© 2025 WALHI Riau