Beranda Uncategorized Kemenhut: Izin RAPP Tetap Berjalan, Lahan Warga Di-inklaf

Kemenhut: Izin RAPP Tetap Berjalan, Lahan Warga Di-inklaf

46
0

Pekanbaru Polemik sengketa lahan warga Pulau Padang, Kab Meranti, Riau dengan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) menuai kesepakatan. Lahan masyarakat yang masuk dalam konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI) di-inklaf (dikeluarkan).Demikian disampaikan, Dirjen Bina Usaha Kehutanan Kemenhut Imam Santoso, kepada wartawan dalam pertemuan hasil tim mediasi di Kantor Gubernur Riau, Senin (6/2/2012) di Pekanbaru. Pertemuan menyelesaikan polemik lahan ini diikuti Komisi IV DPR RI, Pemprov Riau, Pemkab Meranti dan Kemenhut.Menurut Imam, Kemenhut berkomitmen untuk mengakomodasi masyarakat di sekitar konsesi untuk menyelesaikan konflik Pulau Padang. Intinya, RAPP tetap diperkenankan beroperasi di Pulau Padang dengan syarat melakukan pemetaan dan memastikan lahan warga dikeluarkan dari area hutan tanaman industri (HTI).

“Keputusan tersebut berdasarkan hasil rekomendasi dari tim mediasi yang dibentuk kementerian dan berisikan seluruh perwakilan para pihak di Dewan Kehutanan Nasional (DKN),” kata Imam.Tim mediasi dibentuk untuk menilai kelayakan operasi HTI di Pulau Padang setelah adanya penolakan sebagian warga yang berbuntut aksi jahit mulut di depan gedung DPR RI.Berdasarkan laporan tim, lahan masyarakat yang memang berada di dalam areal HTI akan dikeluarkan dari areal kerja perusahaan melalui proses tata batas yang melibatkan masyarakat.Komisi IV DPR RI meminta perusahaan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) benar-benar menerapkan program pemberdayaan masyarakat untuk mengakhiri konflik dengan sebagian warga di Pulau Padang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. “Perusahaan harus benar-benar menerapkan program pemberdayaan masyarakat atau ‘community development’ dan jangan hanya beroperasi tapi warga tak meneria apa-apa,” kata anggota Komisi IV DPR, Ian Siagian.

Tim Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan ke Pekanbaru untuk mencari informasi mengenai konflik di Pulau Padang.Sedangkan, Ketua Tim Komisi IV DPR, Firman Subagyo mengatakan program pemberdayaan dari perusahaan diharapkan juga dapat ikut mencegah agar warga tidak diperalat cukong kayu pembalakan liar yang kini marak di Pulau Padang. “Karena saya mensinyalir ada keterlibatan pihak asing dalam aktivitas pembalakan liar di Pulau Padang, dan ini harus dicermati secara serius,” ujarnya. Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir, mengatakan sebagian warga Pulau Padang yang mengklaim ada pencaplokan lahan dan menolak keberadaan RAPP berada di tiga desa.Karena itu, ia meminta agar Kementerian Kehutanan melakukan pendekatan agar lahan-lahan masyarakat di tiga desa itu dikeluarkan dari konsesi perusahaan.

“Secepatnya dilakukan ‘enclave’ atau mengeluarkan lahan warga yang dikatakan masuk didalam konsesi perusahaan,” ujarnya.

Sumber: http://news.detik.com/read/2012/02/06/182701/1835663/10/kemenhut-izin-rapp%20tetap-berjalan-lahan-warga-di-inklaf

Artikel SebelumnyaMenyambut Milad ke 3 Kabupaten Kepulauan Meranti
Artikel SelanjutnyaSiaran Pers Bersama SEKBER RIAU – Banalitas Polisi Dalam Konflik Sumberdaya Alam : Penembakan Petani Batang Kumuh, Rokan Hulu, Riau

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini