• sekretariat@walhiriau.or.id
  • Home
  • Isu Kita
    • Bencana Ekologis
    • Energi
    • Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
    • Perkotaan
    • Keadilan Iklim
    • Hutan dan Kebun
    • Kejahatan Lingkungan
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
    • Organisasi Anggota
    • Eksekutif Daerah
    • Dewan Daerah
  • id ID
    • en EN
    • id ID
No Result
View All Result
WALHI Riau
No Result
View All Result
Home News & Updates

Hari Lingkungan Hidup Sedunia: Atasi Krisis Iklim untuk Keadilan Antar Generasi

WALHIRiau25 by WALHIRiau25
June 5, 2022
in News & Updates, Siaran Pers
0
0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Siaran Pers

Related Posts

WALHI Region Sumatera Deklarasikan Aliansi Daulat Sumatera (Andalas) untuk Agenda Menyelamatkan Ruang Hidup dan Penghidupan Bentang Alam Sumatera

Our Power, Our Riau: Mewujudkan Transisi Energi Berkeadilan, Tuntut Hak Rakyat dan Planet Melalui Aksi Mural Kolektif Hari Bumi

PSN GB-KEK: Ancaman Ekosistem Laut, Pulau Kecil dan Ruang HidupNelayan Bintan Pesisir

“Karhutla Berulang di Konsesi Korporasi: 1.351 Titik Api Ungkap Kegagalan Penegakan Hukum”

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Riau

Hari Lingkungan Hidup Sedunia: Atasi Krisis Iklim untuk Keadilan Antar Generasi

 Pekanbaru, 05 Juni 2022— Setiap tanggal 5 Juni, seluruh dunia memperingati Hari Lingkungan Hidup. Peringatan Hari Lingkungan Hidup ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) guna meningkatkan kesadaran tentang lingkungan serta mendorong perhatian dan tindakan politik di tingkat dunia. Salah satu masalah lingkungan hidup yang cukup krusial yang dihadapi dunia adalah perubahan iklim (climate change). WALHI Riau menyerukan agar masalah iklim segera diatasi demi terwujudnya keadilan antar generasi.

Perubahan iklim merupakan salah satu tantangan terbesar yang pernah dialami umat manusia. Eko Yunanda, Manajer Pengorganisasian dan Keadilan Iklim WALHI Riau, mengatakan, “Meningkatnya suhu dan perubahan pola cuaca menyebabkan berbagai bahaya seperti bencana kekeringan yang mempengaruhi sistem pertanian, kenaikan muka air laut yang berimbas pada makin meningkatnya peristiwa banjir rob, dan lain sebagainya. Terjadinya perubahan iklim kemudian juga diperparah oleh kondisi alam yang rusak akibat perbuatan manusia, serta menimbulkan bencana yang baru.”

Lebih spesifik, Even Sembiring, Direktur WALHI Riau, mengatakan bahwa kerusakan lingkungan hidup yang berkontribusi pada meningkatnya efek rumah kaca paling banyak disebabkan oleh aktivitas industri ekstraktif di wilayah hutan. “Pemberian izin besar-besaran untuk aktivitas pembalakan kayu, pembukaan lahan untuk perkebunan, dan pertambangan skala besar oleh perusahaan-perusahaan industri ekstraktif merupakan salah satu penyebabnya. Jika hal ini terus terjadi maka bukan tidak mungkin generasi muda saat ini tidak akan dapat menikmati lingkungan hidup yang bersih dan sehat sebagaimana yang dirasakan oleh para orangtua dahulu,” ujar Even Sembiring.

Menurut WALHI Riau masalah krisis iklim mendesak untuk segera diatasi sebab dampaknya sudah jelas terjadi. “Saat ini kenaikan suhu bumi sudah mencapai 1,1 derajat celcius dengan jumlah anggaran karbon sekitar 400 GtCO2. Jika negara kita, dan juga negara-negara lain, tidak ambisius dalam menurunkan emisi karbon, maka dalam dua dekade kita akan kehabisan stok karbon, dan itu artinya bencana besar akan terjadi,” kata Even.

Eko menambahkan, “berbagai kerusakan lingkungan yang terjadi, yang berakibat pada krisis iklim, pada akhirnya akan mengorbankan masa depan anak muda dan generasi yang akan datang. Sudah saatnya kita bergerak untuk menghentikan laju emisi karbon. Selain dengan perubahan tindakan individu yang harus mulai melakukan pola hidup ramah lingkungan, kita juga harus mendorong kebijakan negara yang lebih serius dan ambisius untuk menekan kenaikan suhu bumi, seperti menghentikan penggunaan energi fosil dan tidak lagi memberikan izin ekstraktif untuk pembukaan hutan alam. Dengan begitu, keadilan antar generasi akan dapat terpenuhi.”

Narahubung:

Eko Yunanda (081276552376)

Next Post

Seruan Aksi Bersama: Jaga dan Pulihkan Laut!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel lain

Uncategorized

Hari Anti Tambang 2026: Riau dan Kepulauan Riau Darurat EkstraktivismeDari Batu Bara, Emas hingga Pasir Laut, Ruang Hidup Rakyat Terus Terancam

by WALHI Riau
June 3, 2026
0

Siaran PersWahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Riau Pekanbaru, 3 Juni 2026 - Peringatan Hari Anti Tambang (HATAM) 2026 yang jatuh...

Read more

Hari Anti Tambang 2026: Riau dan Kepulauan Riau Darurat EkstraktivismeDari Batu Bara, Emas hingga Pasir Laut, Ruang Hidup Rakyat Terus Terancam

WALHI Region Sumatera Deklarasikan Aliansi Daulat Sumatera (Andalas) untuk Agenda Menyelamatkan Ruang Hidup dan Penghidupan Bentang Alam Sumatera

Our Power, Our Riau: Mewujudkan Transisi Energi Berkeadilan, Tuntut Hak Rakyat dan Planet Melalui Aksi Mural Kolektif Hari Bumi

PSN GB-KEK: Ancaman Ekosistem Laut, Pulau Kecil dan Ruang HidupNelayan Bintan Pesisir

“Karhutla Berulang di Konsesi Korporasi: 1.351 Titik Api Ungkap Kegagalan Penegakan Hukum”

2026 Darurat Karhutla: Riau Kembali Mendominasi Titik Panas di Sumatra

Load More

[]


Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) RIau “Mewujudkan Riau Adil dan Lestari Berlandaskan Nilai Keadilan Ekologis”

© WALHI Riau 2025

  • Home
  • Isu Kita
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
  • Home
  • Isu Kita
    • Bencana Ekologis
    • Energi
    • Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
    • Perkotaan
    • Keadilan Iklim
    • Hutan dan Kebun
    • Kejahatan Lingkungan
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
    • Organisasi Anggota
    • Eksekutif Daerah
    • Dewan Daerah

© 2025 WALHI Riau