• sekretariat@walhiriau.or.id
  • Home
  • Isu Kita
    • Bencana Ekologis
    • Energi
    • Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
    • Perkotaan
    • Keadilan Iklim
    • Hutan dan Kebun
    • Kejahatan Lingkungan
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
    • Organisasi Anggota
    • Eksekutif Daerah
    • Dewan Daerah
  • id ID
    • en EN
    • id ID
No Result
View All Result
WALHI Riau
No Result
View All Result
Home Catatan Diskusi/ Kegiatan

Sungai Reteh Tercemar Limbah, Warga Batu Ampar Tuntut Cabut Izin Tambang Batubara PT BPP

WALHI Riau by WALHI Riau
July 3, 2026
in Catatan Diskusi/ Kegiatan, Energi, Hutan dan Kebun, Keadilan Iklim, Kejahatan Lingkungan, Siaran Pers, Utama
0
0
SHARES
97
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SIARAN PERS 
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Riau 

Related Posts

Asap Beracun Rampas Hak Hidup Warga Riau : Penegakan Hukum Korporasi dan Perlindungan Kelompok Rentan Masih Lambat

BPGMN: Dejavu Badan Gambut dan Mangrove, Mampukah Menyentuh Akar Persoalan?

Tambang PT BPP Semakin Masif, Masyarakat Batu Ampar dan Selensen Desak Pemulihan Lingkungan dan Tata Kelola Berpihak pada Rakyat

Hentikan Kriminalisasi Pejuang Hak Tanah Ulayat Rempang Atas Nama Pembangunan Ambisius Sekolah Terintegrasi Merah Putih Oleh Bp Batam

Batu Ampar, 6 Juni 2026 – Masyarakat Desa Batu Ampar menggelar aksi peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di kawasan lubang bekas tambang milik PT Bara Prima Pratama (BPP) (06/06/2026). Aksi ini merupakan bentuk protes langsung atas kerusakan lingkungan yang disebabkan perusahaan serta minimnya upaya pemulihan hingga saat ini. 

Masyarakat turun ke lokasi bekas tambang dengan membentang spanduk bertuliskan “Pemerintah jangan diam, wariskan alam hijau untuk generasi kami. Hijaukan kembali kampung kami. Lubang tambang mengancam nyawa anak-anak kami. Jangan ganggu sumber air kami (Save Sungai Reteh).” Spanduk besar lainnya menyatakan: “Masyarakat Batu Ampar mendesak PT BPP segera mereklamasi lubang tambang dan melakukan pemulihan lingkungan.” Masyarakat menuntut Pemerintah segera melakukan review menyeluruh terhadap izin operasi PT BPP serta mewajibkan perusahaan melaksanakan reklamasi lubang tambang yang mengancam keselamatan masyarakat. 

PT Bara Prima Pratama saat ini mengoperasikan dua Izin Usaha Pertambangan (IUP). Pertama seluas 1.017 hektare berdasarkan SK No. KPTS.79/DPMPTSP/2020 yang berlaku hingga Desember 2029. Kedua seluas 2.013,28 hektare berdasarkan SK No. 81202131009260017 yang berlaku hingga Januari 2033 sebagai perpanjangan izin sebelumnya. Perpanjangan izin dengan luasan yang hampir dua kali lipat ini menuai kritik keras karena masih banyaknya konflik dengan masyarakat. Lubang tambang berjarak kurang dari satu kilometer dari permukiman warga, kebun, dan sumber air. 

Candra, salah satu peserta aksi, menyampaikan kekhawatiran mendalam masyarakat. “Melihat kondisi ini, kami mendesak pemerintah untuk tidak hanya meminta reklamasi, tetapi juga mencabut izin PT Bara Prima Pratama. Negara tidak boleh membiarkan perusahaan meninggalkan lubang-lubang tambang yang mengancam keselamatan masyarakat,” tegasnya. 

Reva, perwakilan kelompok perempuan, menuturkan bahwa sejak awal kehadiran PT BPP telah meresahkan warga. Tanpa sosialisasi AMDAL yang memadai, aktivitas perusahaan diikuti dengan kegiatan blasting yang merusak rumah dan fasilitas umum. Selain itu, Sungai Reteh yang selama ini menjadi sumber air masyarakat kini tercemar. “Dulu kami bisa memasak dengan air sungai, sekarang hanya untuk mandi dan mencuci. Bahkan banyak warga yang mengalami gatal-gatal akibat dugaan limbah perusahaan,” ungkap Reva. 

Ahlul Fadli, Manajer Advokasi dan Kampanye WALHI Riau, menekankan bahwa masalah ini tidak hanya bersifat lokal. Menurutnya, keberadaan PT BPP memperburuk kerusakan lingkungan sekaligus berkontribusi terhadap krisis iklim melalui ketergantungan pada batubara. “Ketergantungan pada energi fosil harus segera dihentikan. Transisi menuju energi terbarukan yang berkeadilan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Pencabutan izin harus menjadi opsi serius yang dipertimbangkan,” tegas Ahlul. 

Masyarakat BatuAmpar menegaskan bahwa pemulihan lingkungan tidak boleh berhenti pada janji atau komitmen di atas kertas semata. Reklamasi harus dilakukan secara nyata agar lahan bekas tambang dapat pulih secara ekologis dan tidak lagi menjadi ancaman bagi kehidupan warga. Transisi energi bersih yang menempatkan keselamatan manusia dan kelestarian alam di atas kepentingan ekonomi semata, harus segera dilakukan. 

Narahubung: 

082288245828 (WALHI Riau)

Tags: Batu Bara perusak lingkungancabut izin PT Bara Prima PratamaPulihkanbatu amparPulihkanriaureklamasi tambang
Next Post

BP Batam dan Polisi Harus Berhenti Merampas Tanah Warga Rempang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel lain

Bencana Ekologis

Asap Beracun Rampas Hak Hidup Warga Riau : Penegakan Hukum Korporasi dan Perlindungan Kelompok Rentan Masih Lambat

by WALHI Riau
October 16, 2026
0

Siaran PersWahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Riau Pekanbaru, 8 Oktober 2026 – Kualitas udara di Kota Pekanbaru dilaporkan memburuk secara...

Read more

Asap Beracun Rampas Hak Hidup Warga Riau : Penegakan Hukum Korporasi dan Perlindungan Kelompok Rentan Masih Lambat

BPGMN: Dejavu Badan Gambut dan Mangrove, Mampukah Menyentuh Akar Persoalan?

Tambang PT BPP Semakin Masif, Masyarakat Batu Ampar dan Selensen Desak Pemulihan Lingkungan dan Tata Kelola Berpihak pada Rakyat

Hentikan Kriminalisasi Pejuang Hak Tanah Ulayat Rempang Atas Nama Pembangunan Ambisius Sekolah Terintegrasi Merah Putih Oleh Bp Batam

Hari Keadilan Ekologis: Dari Tapak untuk Keadilan Antargenerasi

Peringati Tiga Tahun Tragedi Rempang, Warga Panjatkan Doa dan Serukan Perjuangan Keadilan

Load More

[]


Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) RIau “Mewujudkan Riau Adil dan Lestari Berlandaskan Nilai Keadilan Ekologis”

© WALHI Riau 2025

  • Home
  • Isu Kita
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
  • Home
  • Isu Kita
    • Bencana Ekologis
    • Energi
    • Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
    • Perkotaan
    • Keadilan Iklim
    • Hutan dan Kebun
    • Kejahatan Lingkungan
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
    • Organisasi Anggota
    • Eksekutif Daerah
    • Dewan Daerah

© 2025 WALHI Riau