• sekretariat@walhiriau.or.id
  • Home
  • Isu Kita
    • Bencana Ekologis
    • Energi
    • Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
    • Perkotaan
    • Keadilan Iklim
    • Hutan dan Kebun
    • Kejahatan Lingkungan
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
    • Organisasi Anggota
    • Eksekutif Daerah
    • Dewan Daerah
  • id ID
    • en EN
    • id ID
No Result
View All Result
WALHI Riau
No Result
View All Result
Home Publikasi

Memutus Konflik Ekologis di Tanah Melayu: Sebuah Tawaran Kepada Rezim Baru

WALHIRiau25 by WALHIRiau25
August 16, 2025
in Publikasi, Tinjauan Lingkungan Hidup
0
0
SHARES
160
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Tinjauan Lingkungan Hidup WALHI Riau
Edisi: Volume 3 Tahun 2025

Related Posts

Konsisten Menggesa Keadilan Ekologis di Rezim Kemunduran

Ada Noda di Bajumu:Rangkaian Dosa Ekologis Perusahaan HTI di Tanah Riau

Pernyataan Sikap Koalisi Masyarakat Sipil Riau“Bebaskan Khariq Anhar”

Laporan Investigasi: Komitmen Semu FOLU Net Sink 2030 di Sektor Korporasi Kehutanan Riau

Memutus Konflik Ekologis di Tanah Melayu: Sebuah Tawaran Kepada Rezim Baru

Tak berbeda jauh dengan rezim sebelumnya, perubahan kepemimpinan hasil Pemilu dan Pemilukada 2024 hanya memperpanjang kuasa oligarki. Membawa rakyat dalam situasi krisis yang tak berkesudahan. Publikasi tahunan WALHI Riau yang bertajuk “Memutus Konflik Ekologis di Tanah Melayu: Sebuah Tawaran Kepada Rezim Baru” memotret kondisi tersebut, khususnya di Riau. Publikasi ini hadir untuk membunyikan seruan dan tuntutan keadilan untuk memutus mata rantai konflik ekologis. Konflik yang tidak hanya menempatkan rakyat yang lemah dan termarginalkan sebagai korban, namun seluruh entitas ekologis lainnya, baik hidup maupun tak hidup.

Publikasi ini juga memuat refleksi dan analisis atas dinamika politik, sosial, dan lingkungan yang terjadi di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau. Secara umum, situasi yang dipotret tepat pasca Pemilu 2024. Bagian awal publikasi ini akan memuat eksistensi dominasi oligarki di parlemen. Banyak kursi legislatif tetap diisi kelompok pebisnis. Karena itu, bagian tersebut hendak mengingatkan sekaligus membuka kesadaran bahwa harapan akan kebijakan yang adil dan berpihak pada kepentingan ekologis akan mengalami tantangan luar biasa. Tidak dapat sekedar dititipkan pada para wakil rakyat. Kekuatan dan suara lantang rakyatlah yang harus membunyikan tuntutan keadilan tersebut.

Situasi lingkungan hidup yang sarat konflik di tahun politik 2024, menunjukkan kita masih berada di situasi genting. Konflik ekologis di Riau terjadi hampir di semua sektor—kehutanan, perkebunan, pesisir, laut, pulau kecil, dan perkotaan. Karenanya, tidak cukup menitipkan pesan tuntutan keadilan ekologis hanya kepada Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih. Bupati/Walikota di dua belas kabupaten dan kota di Riau juga harus dipaksa untuk mengusung pesan tersebut dalam rencana prioritasnya.

Di tataran nasional, berbagai kebijakan kontroversial ala rezim baru, seperti akselerasi luas perkebunan kelapa sawit dan rencana pembukaan 20 juta hektar hutan tentu juga akan berpengaruh terhadap Riau. Memperparah situasi lingkungan hidup dan hutan Riau. Tak terkecuali Kepulauan Riau yang tengah dikepung macam-macam PSN. Setidaknya ada enam PSN yang siap mengubah bentang alam kepulauan Riau serta mempersempit ruang hidup rakyat demi keberlanjutan investasi. Sebuah harga yang tak sebanding dengan derita yang hadir.

Akhir kata, kami berharap Tinjauan Lingkungan Hidup ini dapat menjadi seruan untuk lahirnya tindakan nyata dalam memutus konflik ekologis, demi masa depan yang lebih baik untuk generasi berikutnya. Bukan hanya bagi manusia, tapi entitas ekologis lainnya.

Perkuat Solidaritas, Perluas Konsolidasi!
Salam Adil dan Lestari!

Publish_Tinjauan Lingkungan Hidup_WALHI Riau_2025_JAN25Download
Next Post

Peluncuran Tinjauan Lingkungan Hidup WALHI Riau 2025: Pesan Memutus Konflik Ekologis Kepada Pemimpin Baru

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel lain

Uncategorized

Hari Anti Tambang 2026: Riau dan Kepulauan Riau Darurat EkstraktivismeDari Batu Bara, Emas hingga Pasir Laut, Ruang Hidup Rakyat Terus Terancam

by WALHI Riau
June 3, 2026
0

Siaran PersWahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Riau Pekanbaru, 3 Juni 2026 - Peringatan Hari Anti Tambang (HATAM) 2026 yang jatuh...

Read more

Hari Anti Tambang 2026: Riau dan Kepulauan Riau Darurat EkstraktivismeDari Batu Bara, Emas hingga Pasir Laut, Ruang Hidup Rakyat Terus Terancam

WALHI Region Sumatera Deklarasikan Aliansi Daulat Sumatera (Andalas) untuk Agenda Menyelamatkan Ruang Hidup dan Penghidupan Bentang Alam Sumatera

Our Power, Our Riau: Mewujudkan Transisi Energi Berkeadilan, Tuntut Hak Rakyat dan Planet Melalui Aksi Mural Kolektif Hari Bumi

PSN GB-KEK: Ancaman Ekosistem Laut, Pulau Kecil dan Ruang HidupNelayan Bintan Pesisir

“Karhutla Berulang di Konsesi Korporasi: 1.351 Titik Api Ungkap Kegagalan Penegakan Hukum”

2026 Darurat Karhutla: Riau Kembali Mendominasi Titik Panas di Sumatra

Load More

[]


Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) RIau “Mewujudkan Riau Adil dan Lestari Berlandaskan Nilai Keadilan Ekologis”

© WALHI Riau 2025

  • Home
  • Isu Kita
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
  • Home
  • Isu Kita
    • Bencana Ekologis
    • Energi
    • Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
    • Perkotaan
    • Keadilan Iklim
    • Hutan dan Kebun
    • Kejahatan Lingkungan
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
    • Organisasi Anggota
    • Eksekutif Daerah
    • Dewan Daerah

© 2025 WALHI Riau