• sekretariat@walhiriau.or.id
  • Home
  • Isu Kita
    • Bencana Ekologis
    • Energi
    • Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
    • Perkotaan
    • Keadilan Iklim
    • Hutan dan Kebun
    • Kejahatan Lingkungan
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
    • Organisasi Anggota
    • Eksekutif Daerah
    • Dewan Daerah
  • id ID
    • en EN
    • id ID
No Result
View All Result
WALHI Riau
No Result
View All Result
Home Tinjauan Lingkungan Hidup

Konsisten Menggesa Keadilan Ekologis di Rezim Kemunduran

WALHI Riau by WALHI Riau
January 29, 2026
in Tinjauan Lingkungan Hidup, Utama
0
0
SHARES
193
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sudah lebih dari satu tahun rezim berganti, namun pelanggaran hak asasi manusia dan krisis ekologis tidak juga berhenti. Bahkan bisa dianggap makin parah. Tahun 2025 diawali dengan berlanjutnya proses kriminalisasi yang dialami oleh warga Rempang, dilanjutkan serangkaian upaya penggusuran paksa lahan milik warga Kampung Tanjung Banon, Rempang, Kepulauan Riau. Di Riau, berlangsungnya operasi industri ekstraktif terus memberikan tekanan multidimensi terhadap lingkungan hidup dan HAM. Kawasan hutan dan lahan gambut yang tersisa semakin menyusut akibat konsesi hutan tanaman industri (HTI), perkebunan sawit, dan tambang, yang tidak jarang tumpang tindih dengan wilayah kelola rakyat. Kebijakan yang mempercepat laju kerusakan serta lemahnya penegakan hukum lingkungan memperparah situasi.

Related Posts

“Karhutla Berulang di Konsesi Korporasi: 1.351 Titik Api Ungkap Kegagalan Penegakan Hukum”

2026 Darurat Karhutla: Riau Kembali Mendominasi Titik Panas di Sumatra

Awal 2026, Lebih dari 5.000 Titik Api Muncul di Gambut Meski Masih Musim Hujan

Kurma Sempena 23 Tahun WALHI Riau: Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Ruang Hidup di Bumi Melayu

Tantangan lain yang tak kalah penting adalah dampak perubahan iklim, yang memicu bencana ekologis seperti banjir dan kekeringan ekstrem, serta memperparah krisis pangan dan air bersih di berbagai wilayah. Bencana banjir akibat Siklon Senyar yang tidak pernah disangka akan sampai di Indonesia, nyatanya melanda tiga provinsi di Sumatra, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ini adalah tamparan keras bagi kita tentang betapa rusaknya ruang ekologis akibat penebangan hutan dan penguasaan industri ekstraktif.

Meski Indonesia telah menyatakan komitmen terhadap transisi energi dan pengurangan emisi sesuai dokumen Second Nationally Determined Contribution (SNDC), implementasinya di tingkat daerah, termasuk di Riau, masih jauh dari harapan. Riau tetap bergantung pada energi fosil, sementara potensi energi terbarukan belum dikelola secara serius dan partisipatif. Implementasi capaian Forest and Other Land Use (FOLU) Netsink 2030 Riau masih jauh dari target, bahkan mendapat gangguan berupa penerbitan izin tambang baru di atas wilayah intervensi FOLU. Selain itu, wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil seperti Pulau Rupat dan Rangsang menghadapi ancaman abrasi, kerusakan ekosistem pesisir, serta tekanan dari perusahaan ekstraktif berskala besar.


Tinjauan Lingkungan Hidup WALHI Riau kembali hadir untuk mengungkap seluruh dinamika krisis yang dihadapi rakyat selama satu tahun belakang dan mengajukan serangkaian tuntutan keadilan ekologis untuk segera diwujudkan. Di tengah tantangan demokrasi yang makin menyempit, masyarakat harus terus bergandeng tangan mendorong perubahan struktural dalam tata kelola lingkungan hidup, yang lebih adil, transparan, dan menghormati hak-hak rakyat serta keberlanjutan ekologis. Perjalanan ini tentunya panjang dan penuh tantangan, sehingga kami berharap laporan ini tidak sekedar menjadi catatan di atas kertas, tetapi juga
menjadi pengingat akan pentingnya konsistensi gerakan rakyat dalam menghadapi krisis lingkungan dan ketidakadilan yang terus berlangsung.
Salam Adil dan Lestari!

Dokumen lengkap Tinjauan Lingkungan Hidup WALHI Riau dapat diunduh dibawah ini:

TINJAUAN LINGKUNGAN HIDUP WALHI RIAU-2026Download

Tags: bencanaekologiskeadilanekologiskonflikagrariaPulihkanindonesiaPulihkanriauwalhiriau
Next Post

Peluncuran Tinjauan Lingkungan Hidup WALHI Riau 2026:Konsisten Menggesa Keadilan Ekologis di Rezim Kemunduran

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel lain

Siaran Pers

“Karhutla Berulang di Konsesi Korporasi: 1.351 Titik Api Ungkap Kegagalan Penegakan Hukum”

by WALHI Riau
April 2, 2026
0

Rilis MediaWahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Pekanbaru, 2 April 2026- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menyoroti peningkatan signifikan kebakaran hutan...

Read more

“Karhutla Berulang di Konsesi Korporasi: 1.351 Titik Api Ungkap Kegagalan Penegakan Hukum”

2026 Darurat Karhutla: Riau Kembali Mendominasi Titik Panas di Sumatra

Awal 2026, Lebih dari 5.000 Titik Api Muncul di Gambut Meski Masih Musim Hujan

Kurma Sempena 23 Tahun WALHI Riau: Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Ruang Hidup di Bumi Melayu

Ajukan Amicus Curiae: Bebaskan Petani Bunga Raya dan Hentikan Perampasan Lahan oleh PT TKWL

Seruan Pembebasan Petani Bunga Raya: Petani Bukan Penjahat!

Load More

[]


Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) RIau “Mewujudkan Riau Adil dan Lestari Berlandaskan Nilai Keadilan Ekologis”

© WALHI Riau 2025

  • Home
  • Isu Kita
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
  • Home
  • Isu Kita
    • Bencana Ekologis
    • Energi
    • Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
    • Perkotaan
    • Keadilan Iklim
    • Hutan dan Kebun
    • Kejahatan Lingkungan
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
    • Organisasi Anggota
    • Eksekutif Daerah
    • Dewan Daerah

© 2025 WALHI Riau