• sekretariat@walhiriau.or.id
  • Home
  • Isu Kita
    • Bencana Ekologis
    • Energi
    • Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
    • Perkotaan
    • Keadilan Iklim
    • Hutan dan Kebun
    • Kejahatan Lingkungan
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
    • Organisasi Anggota
    • Eksekutif Daerah
    • Dewan Daerah
  • id ID
    • en EN
    • id ID
No Result
View All Result
WALHI Riau
No Result
View All Result
Home News & Updates

Mural For Justice: Menggambar Pesan Solidaritas dan Tuntutan Keadilan di Tembok Perlawanan Rumah Gerakan Rakyat WALHI Riau

WALHIRiau25 by WALHIRiau25
December 2, 2022
in News & Updates, Siaran Pers
0
0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Siaran Pers
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Riau

Related Posts

WALHI Region Sumatera Deklarasikan Aliansi Daulat Sumatera (Andalas) untuk Agenda Menyelamatkan Ruang Hidup dan Penghidupan Bentang Alam Sumatera

Our Power, Our Riau: Mewujudkan Transisi Energi Berkeadilan, Tuntut Hak Rakyat dan Planet Melalui Aksi Mural Kolektif Hari Bumi

PSN GB-KEK: Ancaman Ekosistem Laut, Pulau Kecil dan Ruang HidupNelayan Bintan Pesisir

“Karhutla Berulang di Konsesi Korporasi: 1.351 Titik Api Ungkap Kegagalan Penegakan Hukum”

Pekanbaru, 02 Desember 2022—Mural for Justice merupakan salah satu kegiatan dalam rangkaian Voice for Ecological Justice Festival (Vorest Fest). Kegiatan ini menjadi salah satu penanda Vorest Fest dimulai dan terus berlangsung hingga 10 Desember 2022. Selain masuk dalam rangkaian Vorest Fest, Mural for Justice akan jadi momentum bagi WALHI Riau untuk memperbaharui pesan mural di tembok perlawanan rumah gerakan rakyat. Gambar-gambar yang digoreskan di tembok tersebut akan memberi pesan-pesan tuntutan keadilan ekologis, tuntuan keadilan iklim, keadilan antargenerasi, dan tuntutan keadilan lainnya.

Even Sembiring, Direktur Eksekutif WALHI Riau, menyebut kegiatan Mural for Justice akan berlangsung sekitar 14 hari, mulai dari 21 November hingga 4 Desember 2022. Kondisi cuaca yang sering hujan merupakan kendala teknis yang dihadapi oleh para seniman. WALHI Riau bersama para seniman yang terlibat sepakat akan memperpanjang durasi kegiatan mural jika diperlukan. Tujuannya, agar gambar dan lukisan hasilnya tetap maksimal, sehingga memudahkan publik menerima dan menangkap pesan perlawanan dan panggilan solidaritas dari tembok ini.

“Mural for Justice mengajak beberapa seniman mural menuangkan idenya di tembok perlawanan ini. Kami membuka ruang bagi teman-teman seniman untuk menggambarkan pesan perlawanan, panggilan solidaritas, dan tuntutan keadilannya dengan menggambar di tembok ini. Ruang ini mempertegas posisi keberagaman yang kami percayai, bahkan melawan dan bersolidaritas pun dapat dilakukan dengan berbagai cara. Tidak hanya dengan pesan suara, hasil tulisan atau musik. Kali ini, pesan tersebut kami sampaikan dengan kreasi gambar, dalam bentuk mural yang ada di tembok perlawanan ini,” tambah Even Sembiring.

WALHI merupakan rumah gerakan rakyat, rumah yang terbuka untuk berbagai elemen gerakan untuk melakukan konsolidasi, bersolidaritas dan menyerukan tuntutan keadilannya yang sejalan dengan nilai universalitas HAM. Oleh karenanya Rio Susanto, Koordinator GIS dan Gerakan Anak Muda WALHI Riau, menyebut mural akan menampilkan visualisasi gambar pembelaan atas hak masyarakat yang ruang hidupnya dirampas, pembelaan bagi seluruh entitas ekologis, baik biotik maupun abiotik. Rio juga menyebutkan mural pada tembok perlawanan rumah gerakan rakyat WALHI Riau dilakukan dengan berkolaborasi bersama Gedoy, Kenny, Salman, Ibnu, Jefri, Pai dan Jae.

“Gedoy dan teman-teman yang mengonsep ide visual yang digambar di tembok ini. Dalam proses pengerjaannya, Gedoy, Kenny, Salman, Ibnu, Jefri, Pai dan Jae tetap membuka ruang komunikasi dan partisipasi kepada kami di WALHI Riau dan siapapun yang hadir untuk mengusulkan ide bahkan ambil bagian menggoreskan kuasnya di tembok tersebut,” sebut Rio.

Sejalan dengan yang disampaikan Rio, Gedoy, koordinator Tim Mural menyampaikan harapan hasil mural yang ia dan kawan-kawannya kerjakan dapat membuat banyak orang dapat mencintai seni dengan lebih baik. Baginya, seni merupakan salah satu media yang tepat untuk berkomunikasi dan membangun solidaritas bersama kelompok muda untuk menyuarakan tuntutannya atas lingkungan hidup yang baik dan sehat.

“Bagi kami, budaya dan seni akan memudahkan masyarakat melihat persoalan lingkungan yang dihadapinya. Dunia seni selalu membuka ruang bagi siapapun, termasuk anak muda yang ingin menyuarakan tuntutan dan harapannya demi terwujudnya keadilan antargenerasi,” ujar Gedoy di sela-sela kegiatan melukis muralnya.

Pada hari ke-sebelas Mural for Justice, tembok perlawanan WALHI Riau telah dihiasi beragam gambar, seperti seruan keadilan, keadilan antargenerasi, penolakan terhadap konsolidasi elit dan konspirasi pemusnahan satwa dan entitas ekologis lainnya.

Narabubung:
Rio Susanto (08111019044)

Tags: #keadilanekologis#pedulilingkungan#pulihkanriau#selamatkanlingkungan#walhiriauriauVorest Fest
Next Post

Anak Muda Riau Mendeklarasikan Pernyataan Politik pada Puncak Vorest Fest dan Hari HAM

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel lain

Uncategorized

Hari Anti Tambang 2026: Riau dan Kepulauan Riau Darurat EkstraktivismeDari Batu Bara, Emas hingga Pasir Laut, Ruang Hidup Rakyat Terus Terancam

by WALHI Riau
June 3, 2026
0

Siaran PersWahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Riau Pekanbaru, 3 Juni 2026 - Peringatan Hari Anti Tambang (HATAM) 2026 yang jatuh...

Read more

Hari Anti Tambang 2026: Riau dan Kepulauan Riau Darurat EkstraktivismeDari Batu Bara, Emas hingga Pasir Laut, Ruang Hidup Rakyat Terus Terancam

WALHI Region Sumatera Deklarasikan Aliansi Daulat Sumatera (Andalas) untuk Agenda Menyelamatkan Ruang Hidup dan Penghidupan Bentang Alam Sumatera

Our Power, Our Riau: Mewujudkan Transisi Energi Berkeadilan, Tuntut Hak Rakyat dan Planet Melalui Aksi Mural Kolektif Hari Bumi

PSN GB-KEK: Ancaman Ekosistem Laut, Pulau Kecil dan Ruang HidupNelayan Bintan Pesisir

“Karhutla Berulang di Konsesi Korporasi: 1.351 Titik Api Ungkap Kegagalan Penegakan Hukum”

2026 Darurat Karhutla: Riau Kembali Mendominasi Titik Panas di Sumatra

Load More

[]


Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) RIau “Mewujudkan Riau Adil dan Lestari Berlandaskan Nilai Keadilan Ekologis”

© WALHI Riau 2025

  • Home
  • Isu Kita
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
  • Home
  • Isu Kita
    • Bencana Ekologis
    • Energi
    • Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
    • Perkotaan
    • Keadilan Iklim
    • Hutan dan Kebun
    • Kejahatan Lingkungan
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
    • Organisasi Anggota
    • Eksekutif Daerah
    • Dewan Daerah

© 2025 WALHI Riau