• sekretariat@walhiriau.or.id
  • Home
  • Isu Kita
    • Bencana Ekologis
    • Energi
    • Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
    • Perkotaan
    • Keadilan Iklim
    • Hutan dan Kebun
    • Kejahatan Lingkungan
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
    • Organisasi Anggota
    • Eksekutif Daerah
    • Dewan Daerah
  • id ID
    • en EN
    • id ID
No Result
View All Result
WALHI Riau
No Result
View All Result
Home News & Updates

Ekspor Pasir Laut Dibuka lagi, Ironi Jokowi di Hari Anti Tambang dan Hari Lingkungan Hidup

WALHIRiau25 by WALHIRiau25
June 5, 2023
in News & Updates, Pesisir dan Pulau Kecil, Siaran Pers
0
0
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Siaran Pers
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Riau

Related Posts

Tanpa Pengakuan Hak, Tak Ada Keadilan Ekologis: WALHI dan Masyarakat Adat Sumatera Desak Percepatan Pengakuan Wilayah Adat

Menegakkan Keadilan Ekologis: Negara Harus Hentikan Perampasan Ruang Hidup dan Akui Hak Alam

Dari Balai Adat LAMR, WALHI dorong ‘Gerakan Pulihkan Indonesia’ melalui penghentian sumber kerusakan, pengakuan hak masyarakat adat, dan perlindungan ekosistem

Hilangnya Habitat Harimau Akibat Konsesi HTI Menelan Dua Korban Manusia, Perusahaan Harus Bertanggungjawab

Pekanbaru, 5 Juni 2023—Tepat pada peringatan Hari Anti Tambang (Hatam) dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2023, kita dihadapkan pada kenyataan pahit dibukanya kembali ekspor pasir laut yang telah dihentikan selama 20 tahun. Melalui penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi di Laut yang ditandatangani pada 15 Mei 2023, Jokowi memberikan izin untuk mengeruk pasir laut dan mengekspornya. WALHI Riau menilai hal ini sangat bertentangan dengan komitmen perlindungan terhadap pesisir dan pulau-pulau kecil.

PP Nomor 26 Tahun 2023 memuat beberapa aturan yang memberikan kelonggaran bagi pelaku usaha untuk mengekstraksi pasir laut dan material sedimen lain berupa lumpur. Menurut Pasal 9 ayat (2), pemanfaatan hasil sedimentasi laut atau tambang pasir laut berupa: reklamasi di dalam negeri; pembangunan infrastruktur pemerintah; pembangunan prasarana oleh Pelaku Usaha; dan/atau ekspor sepanjang kebutuhan dalam negeri terpenuhi dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Umi Ma’rufah, Koordinator Riset dan Kajian Kebijakan WALHI Riau, mengatakan selain bertentangan dengan komitmen perlindungan terhadap pesisir dan pulau-pulau kecil, diberikannya legalitas untuk mengeruk pasir laut dengan dalih sedimentasi juga akan memperparah terjadinya perubahan iklim.

“Dalam konteks perubahan iklim, kebijakan Jokowi akan semakin memperparah ancaman terhadap keseleamatan lingkungan dan rakyat yang berada di wilayah pesisir dan pulau kecil. Dalam konteks perubahan iklim, jelas ancaman naiknya kenaikan permukaan air laut akan diperparah ancaman abrasi dan intrusi dari aktivitas ekstraktif ini,” sebut Umi.

Terkait kedaulatan negara, kebijakan Jokowi ini juga memperlihatkan betapa negara abai pada konteks batas negara yang akan berkurang apabila bibir pantai pulau terluar tergerus karena kebijakan tambang pasir. “Apakah kebijakan ini terkait dengan kepentingan pendanaan sejumlah kelompok usaha di Pemilu 2024, akan terjawab pada perizinan-perizinan yang akan aktif melakukan aktivitas ini. Tapi belajar dari pengalaman pemilu-pemilu sebelumnya, memang terdapat fakta lonjakan kenaikan jumlah izin hutan dan kebun di tahun politik. Dan kali ini Jokowi memperlihatkan kebijakan serupa,” kata Umi.

Darwis Jon Viker, Dewan Daerah WALHI Riau, menyebut kebijakan pembukaan ekspor pasir laut tidak memperhatikan kepentingan nelayan tradisional yang banyak tersebar di pesisir dan pulau-pulau kecil Riau. “khusus Riau, kebijakan ini jelas bertentangan permintaan nelayan tradisional yang aktivitas melautnya diancam tambah pasir laut. Contohnya di Pulau Rupat, pada sekitar April 2022, nelayan Rupat bersurat ke presiden minta penghentian dan pencabutan izin tambang. Namun, bukannya mendengar keluhan nelayan Rupat, Presiden malah mengeluarkan peraturan yang bertentangan dengan harapan para nelayan tersebut,” ujar Darwis.

Darwis menilai kebijakan ini memperlihatkan Negara tegas menyatakan keberpihakannya pada investasi, bukan rakyat dan ekosistem yang menopang kehidupan seluruh entitas alam. “Negara sudah jelas mengabaikan kepentingan rakyat dan alam dengan lebih berpihak pada investasi. Tentunya ini akan membuat perjuangan mempertahankan pesisir dan pulau-pulau kecil dari kerusakan laut makin berat. Maka di Hari Anti Tambang sekaligus Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini kita harus menguatkan perlawanan kita terhadap daya rusak tambang yang mengancam ruang hidup rakyat dan ekosistem laut untuk masa depan generasi,” tutup Darwis.

Narahubung: Umi Ma’rufah (085225977379)

Next Post

Hari Lingkungan Hidup Sedunia: Perubahan Iklim Tanggung Jawab Bersama!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel lain

Isu Kita

Tanpa Pengakuan Hak, Tak Ada Keadilan Ekologis: WALHI dan Masyarakat Adat Sumatera Desak Percepatan Pengakuan Wilayah Adat

by WALHI Riau
September 4, 2026
0

Siaran Pers Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI)Pekan Rakyat Lingkungan Hidup 2026Konsultasi Nasional Lingkungan Hidup (KNLH) 2026 Pekanbaru/Jakarta, 28 Agustus 2026-...

Read more

Tanpa Pengakuan Hak, Tak Ada Keadilan Ekologis: WALHI dan Masyarakat Adat Sumatera Desak Percepatan Pengakuan Wilayah Adat

Menegakkan Keadilan Ekologis: Negara Harus Hentikan Perampasan Ruang Hidup dan Akui Hak Alam

Dari Balai Adat LAMR, WALHI dorong ‘Gerakan Pulihkan Indonesia’ melalui penghentian sumber kerusakan, pengakuan hak masyarakat adat, dan perlindungan ekosistem

Hilangnya Habitat Harimau Akibat Konsesi HTI Menelan Dua Korban Manusia, Perusahaan Harus Bertanggungjawab

BP Batam dan Polisi Harus Berhenti Merampas Tanah Warga Rempang

Sungai Reteh Tercemar Limbah, Warga Batu Ampar Tuntut Cabut Izin Tambang Batubara PT BPP

Load More

[]


Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) RIau “Mewujudkan Riau Adil dan Lestari Berlandaskan Nilai Keadilan Ekologis”

© WALHI Riau 2025

  • Home
  • Isu Kita
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
  • Home
  • Isu Kita
    • Bencana Ekologis
    • Energi
    • Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
    • Perkotaan
    • Keadilan Iklim
    • Hutan dan Kebun
    • Kejahatan Lingkungan
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
    • Organisasi Anggota
    • Eksekutif Daerah
    • Dewan Daerah

© 2025 WALHI Riau