• sekretariat@walhiriau.or.id
  • Home
  • Isu Kita
    • Bencana Ekologis
    • Energi
    • Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
    • Perkotaan
    • Keadilan Iklim
    • Hutan dan Kebun
    • Kejahatan Lingkungan
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
    • Organisasi Anggota
    • Eksekutif Daerah
    • Dewan Daerah
  • id ID
    • en EN
    • id ID
No Result
View All Result
WALHI Riau
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Sagu Untuk Bangsa

WALHIRiau25 by WALHIRiau25
December 10, 2014
in Uncategorized
0
0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Setelah kunjungan Presiden Jokowi ke Desa Sungai Tohor membangkitkan semangat warga untuk membangun desanya tidak tertinggal para generasi muda. Posisi Desa Sungai tohor yang strategis menjadi jalur perdangangan ke wilayah Singapura dan Malaysia. Transportasi umum yang menjadi andalah warga berupa speedboat dengan jadwal 2 sampai 3 kali sehari.

Related Posts

Luncurkan Laporan Investigasi, WALHI Riau Mendesak Komitmen Penuh FOLU Net Sink 2030 di Sektor Korporasi Kehutanan Riau

Masyarakat Pulau Mendol Menang Telak! Mahkamah Agung Menolak Permohonan Kasasi PT TUM!

ORANG MUDA RIAU GELAR AKSI SOLIDARITAS UNTUK PALESTINA DI JEMBATAN SIAK III: “THERE IS NO CLIMATE JUSTICE WITHOUT PALESTINIAN LIBERATION”

KURMA (Diskusi Ramadhan) Bedah Buku Re dan PeREmpuan: Membaca Praktik Ketidakadilan dan Kekerasan Perempuan 

Antusias masyarakat untuk menyambut kedatangan Presiden Jokowi di Desa Sungai Tohor sudah terlihat sehari sebelum kedatangan. Masyarakat yang berasal dari desa tetangga berdatangan ke Desa Sungai Tohor menanyakan perihal kebenaran kabar kedatangan orang nomor satu di Indonesia itu.  Malam hari yang biasanya sepi dari aktifitas warga menjadi malam yang paling meriah karena setiap warga tidak sabar menunggu esok hari.

Kedatangan Presiden Jokowi menjadikan Desa Sungai Tohor pusat perhatian, tidak hanya daerah hingga ibukota sibuk mencaritahu dimana Desa Sungai Tohor ini. Sungai Tohor sebagai daerah penghasil sagu dengan kualitas terbaik. Sagu menjadi berkualitas karena tumbuh dengan kayu alam.

Kunjungan Presiden ke Desa Sungai Tohor bagian dari kegiatan blusukan asap. Blusukan asap ini bertujuan meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan yang diakibatkan oleh PT National Sago Prima (NSP). Kebakaran hebat ini mengakibatkan lumpuhnya ekonomi dan transportasi dibeberapa wilayah Provinsi Riau dan sekitarnya. Selain itu kunjungan ini juga melihat potensi sagu masyarakat yang ditanam berdampingan dengan hutan alam.

Pasca kunjungan Presiden yang membuat Sungai Tohor dikenal banyak orang, Desa Sungai Tohor seakan mendapat semangat baru setelah kebakaran yang menghanguskan perkebunan sagu masyarakat. Seluruh lapisan masyarakat kembali mempunyai harapan untuk memajukan desanya tidak terkecuali para generasi muda.

Suasana Kegiatan Menulis di Desa Sungai Tohor

Mereka generasi muda mempunyai harapan besar setelah kedatangan Presiden. Kegiatan menulis yang dilaksanakan pada minggu kedua Desember 2014 ini memberitahukan bahwa mereka bangga dengan desanya dan mempunyai harapan besar akan desanya.

Seperti yang diungkapkan  Weli Setia Tuti  siswi MA Darun Na’im melalui tulisannya “Desa Sungai Tohor adalah desa yang membuatku bangga menjadi bagian dari daerah ini”. Besar harapan meraka akar pengolahan sagu di Sungai Tohor dapat berkembang menjadi pengolahan sagu kering namun tetap dijkelola oleh masyarakat agar dapat mengaja kelestarian lingkungan. Sehingga kebutuhan akan tepung sagu tidak lagi didapat dengan cara impor.

Tags: Blusukan ASAPBlusukan JokowiEkowisataKabupaten Meranti
Next Post

POLDA RIAU LAMBAN

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel lain

Siaran Pers

PSN GB-KEK: Ancaman Ekosistem Laut, Pulau Kecil dan Ruang HidupNelayan Bintan Pesisir

by WALHI Riau
April 24, 2026
0

Siaran PersWahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Riau Bintan Pesisir, 21 April 2026 – Masyarakat Bintan pesisir menyuarakan penolakan terhadap pembangunan...

Read more

PSN GB-KEK: Ancaman Ekosistem Laut, Pulau Kecil dan Ruang HidupNelayan Bintan Pesisir

“Karhutla Berulang di Konsesi Korporasi: 1.351 Titik Api Ungkap Kegagalan Penegakan Hukum”

2026 Darurat Karhutla: Riau Kembali Mendominasi Titik Panas di Sumatra

Awal 2026, Lebih dari 5.000 Titik Api Muncul di Gambut Meski Masih Musim Hujan

Kurma Sempena 23 Tahun WALHI Riau: Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Ruang Hidup di Bumi Melayu

Ajukan Amicus Curiae: Bebaskan Petani Bunga Raya dan Hentikan Perampasan Lahan oleh PT TKWL

Load More

[]


Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) RIau “Mewujudkan Riau Adil dan Lestari Berlandaskan Nilai Keadilan Ekologis”

© WALHI Riau 2025

  • Home
  • Isu Kita
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
  • Home
  • Isu Kita
    • Bencana Ekologis
    • Energi
    • Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
    • Perkotaan
    • Keadilan Iklim
    • Hutan dan Kebun
    • Kejahatan Lingkungan
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
    • Organisasi Anggota
    • Eksekutif Daerah
    • Dewan Daerah

© 2025 WALHI Riau