• sekretariat@walhiriau.or.id
  • Home
  • Isu Kita
    • Bencana Ekologis
    • Energi
    • Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
    • Perkotaan
    • Keadilan Iklim
    • Hutan dan Kebun
    • Kejahatan Lingkungan
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
    • Organisasi Anggota
    • Eksekutif Daerah
    • Dewan Daerah
  • id ID
    • en EN
    • id ID
No Result
View All Result
WALHI Riau
No Result
View All Result
Home News & Updates

Hari Tani Nasional: Orang Muda Riau Tuntut Reforma Agraria Sejati

WALHIRiau25 by WALHIRiau25
October 2, 2024
in News & Updates, Siaran Pers
0
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Siaran Pers
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Riau 

Related Posts

Sumatera Darurat Ekologi: Bencana yang Dirancang Negara

Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan: Industri Ekstraktif Memperdalam Kerentanan dan Kekerasan terhadap Perempuan

Roots Up Aksi Respon COP 30: Bersama Pulihkan Riau!

Jatah Preman Memperpanjang Riwayat Korupsi Gubernur Riau, Berimbas Buruknya Tata Kelola Perizinan SDA

Pekanbaru, 02 Oktober 2024. Puluhan orang muda Riau terdiri dari mahasiswa, organisasi mahasiswa pencinta alam, dan organisasi masyarakat sipil ambil bagian dalam aksi Hari Tani Nasional (29/09/2024). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah selama ini telah merampas tanah dan ruang hidup atas nama pembangunan yang  justru melayani oligarki dan dinasti politik.  

Bertempat di kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) jalan Jendral Sudirman Pekanbaru, dilaksanakan kegiatan orasi, puisi, dan pawai yang disajikan melalui alat peraga spanduk dan photo up yang bertuliskan “Tuntutan Orang Muda Untuk Reforma Agraria Sejati“, “Tanah Untuk Petani, Bukan Untuk Korporasi, Kembalikan Hak Petani“, dan “Perempuan Berdaulat Jaga Tanah Ulayat“.   

Khariq Anhar, Presiden Nasional (Presnas) I Ikatan BEM Pertanian Indonesia (IBEMPI), menyebutkan kebijakan yang diterbitkan pemerintah tak berakar pada persoalan paling dasar petani, yakni hak kepemilikan tanah untuk menunjang produksi. Kebijakan yang dibuat digukanakan untuk merampas tanah dan ruang hidup masyarakat dan menuai konflik. “Kebijakan yang dibuat hanya untuk menindas dan merampas tanah masyarakat, itu dirasakan oleh masyarakat Pulau Rempang yang saat ini masih tertindas dari pembangunan PSN Rempang Eco-City,”ucap Khariq. 

Selanjutnya, Muhammad Rafi, perwakilan Extinction Rebellion (XR) Riau menyinggung soal impor pangan yang mengancam kedaulatan dan kehidupan petani, menurutnya pemerintahan gagal memenuhi cita-cita kedaulatan pangan. Kebijakan impor hanya menguntungkan pemodal dan korporasi. “Impor pangan khususnya beras sangat mencekik petani, kita harusnya mandiri pangan dan mengurangi ketergantungan impor beras dengan mengkonsumsi produk petani lokal,”ujar Rafi. 

Sri Depi Surya Azizah, perwakilan WALHI Riau menyampaikan bahwa dalam penataan pemilikan, penguasaan, dan penggunaan sumber-sumber agrarian perlu keterlibatan kelompok petani perempuan. Menurutnya negara harus memperkuat hak asasi perempuan, khususnya hak atas tanah, hak kepemilikan, dan akses terhadap keadilan. “Petani perempuan merupakan aktor penting dalam menjaga keseimbangan dalam pengelolaan sumber-sumber penghidupan,” kata Depi. Ia menambahkan ketika ruang kelola petani perempuan dirampas, akan bertampak pada menurunya produksi pangan, krisis air bersih dan hilangnya sumber kearifan lokal.  

Usai orasi, aksi di tutup dengan pembacaan puisi oleh Cahyo Saputra dan Sylvia dari Wanapalhi, berjudul Catatan Hati Seorang Tani, setelah itu masa aksi berjalan membentangkan spanduk dan photo up sepanjang jalan Jendral Sudirman. 

 

Narahubung: WALHI Riau (082288245828)  

Tags: hari petani2024
Next Post

Verifikasi Lapangan Komnas HAM atas Konflik Agraria di Pulau Rempang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel lain

Siaran Pers

Sumatera Darurat Ekologi: Bencana yang Dirancang Negara

by WALHI Riau
December 3, 2025
0

Siaran PersWahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Riau Pekanbaru, 3 Desember 2025 — Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh,...

Read more

Sumatera Darurat Ekologi: Bencana yang Dirancang Negara

Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan: Industri Ekstraktif Memperdalam Kerentanan dan Kekerasan terhadap Perempuan

Roots Up Aksi Respon COP 30: Bersama Pulihkan Riau!

Jatah Preman Memperpanjang Riwayat Korupsi Gubernur Riau, Berimbas Buruknya Tata Kelola Perizinan SDA

Hari Sumpah Pemuda, WALHI Riau Serukan Tuntutan Keadilan Iklim dan Antargenerasi 

Industri Ekstraktif: Merusak Lingkungan Hidup dan Merampas Hak Rakyat 

Load More

[]


Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) RIau “Mewujudkan Riau Adil dan Lestari Berlandaskan Nilai Keadilan Ekologis”

© WALHI Riau 2025

  • Home
  • Isu Kita
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
  • Home
  • Isu Kita
    • Bencana Ekologis
    • Energi
    • Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
    • Perkotaan
    • Keadilan Iklim
    • Hutan dan Kebun
    • Kejahatan Lingkungan
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
    • Organisasi Anggota
    • Eksekutif Daerah
    • Dewan Daerah

© 2025 WALHI Riau