• sekretariat@walhiriau.or.id
  • Home
  • Isu Kita
    • Bencana Ekologis
    • Energi
    • Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
    • Perkotaan
    • Keadilan Iklim
    • Hutan dan Kebun
    • Kejahatan Lingkungan
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
    • Organisasi Anggota
    • Eksekutif Daerah
    • Dewan Daerah
  • id ID
    • en EN
    • id ID
No Result
View All Result
WALHI Riau
No Result
View All Result
Home News & Updates

FKIP UNRI- WALHI Riau Jalin Kerja Sama Peningkatan dan Pengembangan Kegiatan Akademik 

WALHIRiau25 by WALHIRiau25
March 7, 2024
in News & Updates, Siaran Pers
0
0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Siaran Pers 

Related Posts

PSN GB-KEK: Ancaman Ekosistem Laut, Pulau Kecil dan Ruang HidupNelayan Bintan Pesisir

“Karhutla Berulang di Konsesi Korporasi: 1.351 Titik Api Ungkap Kegagalan Penegakan Hukum”

2026 Darurat Karhutla: Riau Kembali Mendominasi Titik Panas di Sumatra

Awal 2026, Lebih dari 5.000 Titik Api Muncul di Gambut Meski Masih Musim Hujan

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Riau  

Pekanbaru, 7 Maret 2024—Bertempat di Hotel Grand Jatra, WALHI Riau dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Riau (UNRI) sepakat untuk bekerja sama pengembangan dan peningkatan kegiatan akademik melalui program Kampus Merdeka. WALHI Riau dipercaya oleh FKIP UNRI untuk ambil bagian dalam proses pembelajaran, khususnya di mata kuliah Lingkungan Hidup dan Mitigasi Bencana. Kerja sama ini dituangkan dalam perjanjian kerja sama yang ditandatangani oleh Prof Jimmi Copriady MSi, Dekan FKIP UNRI dan Boy Jerry Even Sembiring, Direktur Eksekutif Daerah WALHI Riau.  

”Kami mengucapkan terima kasih kepada FKIP UNRI yang telah memberikan kepercayaan pada WALHI Riau. Semoga kontribusi kami dalam kegiatan akademik di FKIP UNRI dapat berkontribusi pada peningkatan pengetahuan dan peran orang muda dalam upaya penyelamatan lingkungan hidup dan mengantisipasi dampak buruk krisis iklim,” sebut Even Sembiring, Direktur Eksekutif WALHI Riau.  

Terkait isu kebencanaan, WALHI Riau merasa hal ini merupakan peluang untuk mempopulerkan peristilahan becana ekologis dan kausa penyebab bencana. Saat ini, lazimnya dikenal bencana alam dan bencana antropogenik. Namun, belakangan ini lahir satu peristilahan yang disebut dengan sebuah peristilahan baru, yaitu capitalogenic. Istilah ini dikenalkan oleh Jason W. Moore dalam menjelaskan tentang perubahan iklim sebagai bencana. Ia berujar ”…climate change is not anthropogenic but capitalogenic (“made by capital”) is a sin, yaitu perubahan iklim tidak bersifat antropogenik namun bersifat kapital. 

Dalam pembukaan kegiatan, Prof. Dr. Jimmi Copriady MSi, Dekan FKIP UNRI menjelaskan perjanjian kerja sama ini penting untuk mengembangkan kapasitas mahasiswa, Khususnya, terkait kolaborasi dalam pembelajaran (praktisi mengajar). Program Merdeka Belajar membuka peluang kampus untuk bermitra ekternal khususnya menyangkut isu lingkungan hidup, karena masalah lingkungan dan perilaku manusia sangat erat kaitannya, maka sangat penting untuk mengembangkan karakter peduli lingkungan yang menjadi salah satu tantangan paling signifikan dihadapi lembaga pendidikan.  

Program Kampus Merdeka merupakan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, yang bertujuan mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja. Kampus Merdeka memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memilih mata kuliah yang akan mereka ambil. Pembelajaran dalam Kampus Merdeka memberikan tantangan dan kesempatan untuk pengembangan kreativitas, kapasitas, kepribadian, dan kebutuhan mahasiswa, serta mengembangkan kemandirian dalam mencari dan menemukan pengetahuan melalui kenyataan dan dinamika lapangan seperti persyaratan kemampuan, permasalahan riil, interaksi sosial, kolaborasi, manajemen diri, tuntutan kinerja, target dan pencapaiannya. 

Pada proses ini, selain bermitra dengan WALHI Riau, FKIP UNRI juga menjalin kerja sama dengan beberapa instansi lainnya. Diantaranya, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Riau, Dinas Pendidikan Kabupaten Kuantan Singingi, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Pekanbaru dan Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Pekanbaru (BPPMDDTT). 

Narahubung: 

Ahlul Fadli, Koordinator Pengarusutamaan Isu Urban & Keadilan Energi (0852 71290622)  

Next Post

Manuver dibalik Putusan Tiga Puluh Empat Orang Terdakwa Aksi Bela Rempang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel lain

Siaran Pers

PSN GB-KEK: Ancaman Ekosistem Laut, Pulau Kecil dan Ruang HidupNelayan Bintan Pesisir

by WALHI Riau
April 24, 2026
0

Siaran PersWahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Riau Bintan Pesisir, 21 April 2026 – Masyarakat Bintan pesisir menyuarakan penolakan terhadap pembangunan...

Read more

PSN GB-KEK: Ancaman Ekosistem Laut, Pulau Kecil dan Ruang HidupNelayan Bintan Pesisir

“Karhutla Berulang di Konsesi Korporasi: 1.351 Titik Api Ungkap Kegagalan Penegakan Hukum”

2026 Darurat Karhutla: Riau Kembali Mendominasi Titik Panas di Sumatra

Awal 2026, Lebih dari 5.000 Titik Api Muncul di Gambut Meski Masih Musim Hujan

Kurma Sempena 23 Tahun WALHI Riau: Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Ruang Hidup di Bumi Melayu

Ajukan Amicus Curiae: Bebaskan Petani Bunga Raya dan Hentikan Perampasan Lahan oleh PT TKWL

Load More

[]


Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) RIau “Mewujudkan Riau Adil dan Lestari Berlandaskan Nilai Keadilan Ekologis”

© WALHI Riau 2025

  • Home
  • Isu Kita
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
  • Home
  • Isu Kita
    • Bencana Ekologis
    • Energi
    • Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
    • Perkotaan
    • Keadilan Iklim
    • Hutan dan Kebun
    • Kejahatan Lingkungan
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
    • Organisasi Anggota
    • Eksekutif Daerah
    • Dewan Daerah

© 2025 WALHI Riau