• sekretariat@walhiriau.or.id
  • Home
  • Isu Kita
    • Bencana Ekologis
    • Energi
    • Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
    • Perkotaan
    • Keadilan Iklim
    • Hutan dan Kebun
    • Kejahatan Lingkungan
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
    • Organisasi Anggota
    • Eksekutif Daerah
    • Dewan Daerah
  • id ID
    • en EN
    • id ID
No Result
View All Result
WALHI Riau
No Result
View All Result
Home News & Updates

WALHI Riau: Di Usia ke-238 Tahun, Perencanaan Kota Pekanbaru Belum Berpihak Pada Masyarakat

WALHIRiau25 by WALHIRiau25
June 25, 2022
in News & Updates, Perkotaan, Siaran Pers
0
0
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Siaran Pers
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Riau

Related Posts

PSN GB-KEK: Ancaman Ekosistem Laut, Pulau Kecil dan Ruang HidupNelayan Bintan Pesisir

“Karhutla Berulang di Konsesi Korporasi: 1.351 Titik Api Ungkap Kegagalan Penegakan Hukum”

2026 Darurat Karhutla: Riau Kembali Mendominasi Titik Panas di Sumatra

Awal 2026, Lebih dari 5.000 Titik Api Muncul di Gambut Meski Masih Musim Hujan

Pekanbaru, 25 Juni 2022—Sempena hari jadi Kota Pekanbaru ke 238, WALHI Riau mengingatkan kepada pemerintah dan DPRD Kota Pekanbaru untuk fokus dalam menyusun perencanan kota yang berkelanjutan dan inklusif. Perencanaan kota, khususnya tata ruang, menjadi penting guna mencegah kerusakan lingkungan dan mengurangi kesenjangan ekonomi dan sosial.

Ahlul Fadli, Koordinator Media dan Penegakan Hukum WALHI Riau, mengatakan bahwa hingga saat ini kebijakan pemerintah kota masih minim dalam pemulihan lingkungan serta kurangnya penyediaan ruang publik khususnya kawasan hijau. Merujuk dokumen Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Pekanbaru 2018-2022, ada 8 Ruang Terbuka Hijau (RTH) dengan total luas 1.778,29 ha atau 2,82 persen dari luas Kota. Angka ini tentu jauh dari pemenuhan kebutuhan RTH untuk kawasan kota sebesar 20 persen.

“Harusnya dengan pesatnya pembangunan diimbangi dengan drainase atau ruang terbuka yang memadai untuk menyerap air. Kondisi ini diperparah dengan kebijakan buruk dalam pengelolaan sampah,” kata Ahlul.

WALHI Riau menilai penanganan banjir dan perencanaan pembangunan tidak kunjung menunjukkan perbaikan. Menurut Ahlul, dengan curah hujan yang cukup tinggi, pemerintah seharusnya bisa memperhatikan daerah mana yang belum memiliki wilayah serapan air serta menyiapkan drainase atau saluran air agar mengurangi genangan atau banjir.

Untuk penanganan persoalan sampah, WALHI Riau mendorong Pemerintah Kota untuk membuat kebijakan pengurangan dan pembatasan plastik sekali pakai. Hingga saat ini, kantong plastik masih menjadi salah satu penyumbang terbanyak untuk sampah dan sumber polusi di Kota Pekanbaru. Selain itu WALHI Riau juga berharap pemerintah dapat memperbaiki manajemen pengelolaan sampah yang saat ini masih kacau.

Even Sembiring, Direktur WALHI Riau, mengungkapkan kebijakan RTH, tata kota, dan pengelolaan sampah membuat banjir makin sering terjadi dan keindahan kota rusak. Even menegaskan jika pertumbuhan sebuah kota tidak terkendali, maka akan berdampak pada ketahanan iklim. Penyempitan saluran air, timbulan sampah, pencemaran sungai, dan kurangnya wilayah resapan air akan turut memperparah dampak perubahan iklim yang sudah dirasakan di kota Pekanbaru, seperti banjir. “Jika dampak tersebut tidak ditanggulangi maka akan berimbas pada menurunnya kualitas hidup dan keindahan lingkungan kota,” kata Even.

Memperingati usia Kota Pekanbaru yang makin tua ini, WALHI Riau mengajak pemerintah dan masyarakat untuk makin prihatin dan sadar akan pentingnya merawat kota supaya bersih dan aman. Even mengingatkan bahwa lingkungan yang bersih dan sehat adalah hak kita semua. “Kita harus bersama-sama memulihkan Kota Pekanbaru sebagaimana ada dalam slogannya sebagai ‘Kota Bertuah’ yaitu bersih,” pesan Even Sembiring.

Narahubung:
Ahlul Fadli: +6285271290622

Tags: #pulihkanindonesia#pulihkanriau#walhiriau
Next Post

Pemerintah Harus Efisien Mengelola Anggaran dan Menerapkan Asas Umum Pemerintah yang Baik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel lain

Siaran Pers

PSN GB-KEK: Ancaman Ekosistem Laut, Pulau Kecil dan Ruang HidupNelayan Bintan Pesisir

by WALHI Riau
April 24, 2026
0

Siaran PersWahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Riau Bintan Pesisir, 21 April 2026 – Masyarakat Bintan pesisir menyuarakan penolakan terhadap pembangunan...

Read more

PSN GB-KEK: Ancaman Ekosistem Laut, Pulau Kecil dan Ruang HidupNelayan Bintan Pesisir

“Karhutla Berulang di Konsesi Korporasi: 1.351 Titik Api Ungkap Kegagalan Penegakan Hukum”

2026 Darurat Karhutla: Riau Kembali Mendominasi Titik Panas di Sumatra

Awal 2026, Lebih dari 5.000 Titik Api Muncul di Gambut Meski Masih Musim Hujan

Kurma Sempena 23 Tahun WALHI Riau: Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Ruang Hidup di Bumi Melayu

Ajukan Amicus Curiae: Bebaskan Petani Bunga Raya dan Hentikan Perampasan Lahan oleh PT TKWL

Load More

[]


Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) RIau “Mewujudkan Riau Adil dan Lestari Berlandaskan Nilai Keadilan Ekologis”

© WALHI Riau 2025

  • Home
  • Isu Kita
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
  • Home
  • Isu Kita
    • Bencana Ekologis
    • Energi
    • Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
    • Perkotaan
    • Keadilan Iklim
    • Hutan dan Kebun
    • Kejahatan Lingkungan
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
    • Organisasi Anggota
    • Eksekutif Daerah
    • Dewan Daerah

© 2025 WALHI Riau