• sekretariat@walhiriau.or.id
  • Home
  • Isu Kita
    • Bencana Ekologis
    • Energi
    • Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
    • Perkotaan
    • Keadilan Iklim
    • Hutan dan Kebun
    • Kejahatan Lingkungan
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
    • Organisasi Anggota
    • Eksekutif Daerah
    • Dewan Daerah
  • id ID
    • en EN
    • id ID
No Result
View All Result
WALHI Riau
No Result
View All Result
Home Perkotaan

Pekanbaru “Autopilot”: Walikota dan DPRD Tidak Bekerja

WALHIRiau25 by WALHIRiau25
July 4, 2019
in Perkotaan
0
0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kamis, 04 Juli 2019—Tepat satu minggu pasca aksi pertama, Koalisi Sedia Payung (KSP) mendatangi Gedung DPRD Kota Pekanbaru guna menuntut Firdaus MT selaku Walikota bertanggungjawab terhadap kematian Yeni Riski Purwati akibat terseret derasnya arus kanal saat banjir melanda pada 18 Juni lalu.

Related Posts

Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional, Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Zero Waste

Krisis Sampah Pekanbaru yang Berulang:  Walikota, DLHK dan DPRD Kota Pekanbaru Gagal Menerapkan Putusan PN Pekanbaru 

Uji Coba Program Makan Gratis Perlu Perhatikan Dampak Lingkungan dan Kesehatan

HPSN 2024: Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik Belum Sejalan dengan Putusan Pengadilan Negeri Pekanbaru

Koalisi Sedia Payung (KSP) akan gelar aksi lanjutan pagi ini karena DPRD belum memanggil Walikota Pekanbaru, “Ini bukti bahwa tidak ada sikap yang tegas dari DPRD terhadap Walikota,” Kata Septian, Korlap Aksi. Septian katakan seharusnya Pemerintah Kota sudah menyaipkan program jangka pendek seperti mengajak warga bersama aparat setempat untuk membersihkan saluran parit-parit serta mendata bangunan yang berada di jalan Soebrantas untuk memastikan sumur resapan dan jalur dreinase tidak tertimbun beton.

Terhadap sikap DPRD dan Pemerintah Kota yang tidak punya niat baik untuk menyelesaikan masalah ini, Koalisi Sedia Payung (KSP) juga memberi karangan bunga yang bertuliskan “Kalian luar biasa menjaga kota ini tetap banjir, cemumut ea pak dari Smart People Pekanbaru” karangan bunga ini adalah pesan semangat dari warga kota kepada DPRD dan Pemerintah Kota Pekanbaru yang konsosten menjaga genangan dan banjir.

Menurut Fandi Rahamn, Deputi Walhi Riau. Pemerintah Kota seharusnya sudah punya peta rawan genangan dan banjir agar masyarakat terhindar dari genangan dan banjir, “Dengan adanya peta rawan genangan dan banjir ini dinas terkait bisa mengambil tindakan langsung dan memastikan tidak ada genagangan lagi,” Kata Fandi Rahman. Selain itu, Pemerintah melalui Dinas PU sudah memetakan aliran air Sungai, anak Sungai dan wilayah pemukiman dengan cara pengecekan ke lokasi.

Implementasi Perda Kota Pekanbaru tentang Sumur Resapan juga tidak dilakukan dengan baik, terlihat dari ketiadaan sumur resapan dibanyak bangunan yang menutup lahannya dengan perkerasan, beton ataupun aspal. Menurut massa, pemerintah harus menindak tegas pemilik bangunan yang tidak taat aturan ini.

Tidak hadirannya Pemerintah dalam penyelesaian genagan dan banjir ini merupakan contoh yang buruk selama dua periode Firdaus pemimpin, “Kealpaan pemerintah Kota Pekanbaru hari ini menjadi pertanyaan kita bersama, apakah Firdaus serius atau tidak menjadi Walikota,” jelas Fandi Rahman, Deputi Direktur Walhi Riau.

Sayang, banyak bangunan kantor pemerintah tidak mencontohkan realisasi dari peraturan yang dibuat tersebut. Hal ini menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap pembangunan yang tidak memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup di Kota Pekanbaru.

Bersama dengan ini Koalisi Sedia Payung (KSP) menyampaikan tuntutannya:

1. Walikota harus minta maaf secara terbuka kepada masyarakat Pekanbaru dan keluarga korban yang meninggal akibat banjir.
2. DPRD Kota Pekanbaru memanggil dan meminta pertanggungjawaban Pemerintah Kota Pekanbaru terkait banjir yang terjadi;
3. Meminta DPRD Kota untuk mengaudit Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan menindak pemilik bangungan yang melanggar aturan.
4. Membentuk tim pansus Tata Ruang Kota
5. Perbaikan drainase secara berkala;
6. Melakukan peremajaan Sungai dan Waduk

Narahubung:
Fandi Rahman:0852-7160-3790
Septian: 0813-4932-3678

 

Tags: #pulihkanriaubanjirBanjir Telan Korban JiwabanjirlagiDPRD Tidak BekerjaPekanbaru “Autopilot"pekanbarukotaberkuahpuliuhkan indonesiawalhi riauWalikota
Next Post

Riau Darurat Asap

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel lain

Energi

Our Power, Our Riau: Mewujudkan Transisi Energi Berkeadilan, Tuntut Hak Rakyat dan Planet Melalui Aksi Mural Kolektif Hari Bumi

by WALHI Riau
April 27, 2026
0

Siaran PersWahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Riau Pekanbaru, 25 April 2026 – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Riau memperingati Hari...

Read more

Our Power, Our Riau: Mewujudkan Transisi Energi Berkeadilan, Tuntut Hak Rakyat dan Planet Melalui Aksi Mural Kolektif Hari Bumi

PSN GB-KEK: Ancaman Ekosistem Laut, Pulau Kecil dan Ruang HidupNelayan Bintan Pesisir

“Karhutla Berulang di Konsesi Korporasi: 1.351 Titik Api Ungkap Kegagalan Penegakan Hukum”

2026 Darurat Karhutla: Riau Kembali Mendominasi Titik Panas di Sumatra

Awal 2026, Lebih dari 5.000 Titik Api Muncul di Gambut Meski Masih Musim Hujan

Kurma Sempena 23 Tahun WALHI Riau: Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Ruang Hidup di Bumi Melayu

Load More

[]


Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) RIau “Mewujudkan Riau Adil dan Lestari Berlandaskan Nilai Keadilan Ekologis”

© WALHI Riau 2025

  • Home
  • Isu Kita
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
  • Home
  • Isu Kita
    • Bencana Ekologis
    • Energi
    • Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
    • Perkotaan
    • Keadilan Iklim
    • Hutan dan Kebun
    • Kejahatan Lingkungan
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
    • Organisasi Anggota
    • Eksekutif Daerah
    • Dewan Daerah

© 2025 WALHI Riau