Beranda Uncategorized Aliansi Masyarakat Peduli Riau (AMPR) (Gema Pembebasan,BKLDK,FPI, WALHI,Pemuda Muhammadiyah Riau) menolak pembangunan...

Aliansi Masyarakat Peduli Riau (AMPR) (Gema Pembebasan,BKLDK,FPI, WALHI,Pemuda Muhammadiyah Riau) menolak pembangunan Riau Town Square (RITOS)

36
0

Tanggal 3 Mei  2012 Aliansi Masyarakat Peduli Riau (AMPR) melakukan aksi di depan kantor DPRD propinsi Riau. Dalam aksi ini Aliansi Masyarakat Peduli Riau (AMPR) mempertanyakan peran dan fungsi DPRD Riau dalam masalah pembangunan “Riau Town Square Business Center (RTSBC) di Areal purna MTQ” karena di tinjau dari berbagai aspek dan perspektif seperti Agama,Budaya,Lingkungan,Hukum,perizinan  sangat bertentangan dan bermasalah.

Pada kesempatan ini komisi A DPRD Propinsi Riau bersedia menerima beberapa  perwakilan dari Aliansi Masyarakat Peduli Riau (AMPR), komisi A yang di ketuai H.Masnur berjanji akan segera menindak lanjuti masalah pembangunan “Riau Town Square Business Center (RTSBC) di Areal purna MTQ”. Komisi A DPRD Propinsi Riau akan segera melakukan rapat internal sebelum masalah ini di bawa ke BANMUS (Badan Musywarah). Komisi A mengatakan apa yang menjadi tuntutan Aliansi Masyarakat Peduli Riau (AMPR) menjadi indikator pertanyaan saat natinya di adakanya rapat dalam BANMUS (Badan Musywarah).

Indikator tuntutan dari Aliansi Masyarakat Peduli Riau (AMPR) antara lain:

  1. Menolak dan meminta agar proyek tersebut di hentikan sekarang juga. Karna terbukti telah menghancurkan aset-aset bersejarah seperti: Anjungan Batam, Anjungan Pekanbaru,Anjungan Bengkalis, dan Anjungan Kepri.
  2. Mendesak aparat hukum terkait dan komisi pemberantasan korupsi (KPK) untuk mengusut dugaan korupsi dalam skandal megaproyek penggadaian aset publik tersebut yang berkedok PON Riau
  3. Menolak pembangunan arena pusat maksiat di lokasi purna MTQ yakni pembangunan Riau Town Square karena mengorbankan fasilitas ruang terbuka hijau bagi warga Pekanbaru.
  4. Menolak pembangunan RTSBC karena merupakan ekspansi kapitalisme secara kasat mata terhadap budaya melayu dan islam itu sendiri. Dan ini adalah bentuk sekularisme dan liberalisme terhadap budaya dan agama.
  5. Menyerukan kepada seluruh komponen masyarakat Riau, untuk menyelamatkan aset, budaya dan kepentingan masyarakat riau dengan islam, yakni syariah dan khilafah. Karena dengan syariat dan khilafah-lah aset marwah  dan kemulian masyrakat dan budaya melayu terpelihara, sebagaiman pada masa kesultanan islam dulu.

Setelah melakukan audiensi dengan komisi A DPRD Propinsi Riau, Aliansi Masyarakat Peduli Riau (AMPR) bergerak menuju lokasi pembangunan Riau Town Square Business Center (RTSBC) di kawasn purna MTQ dan melakukan penyegelan terhadap proyek yang sedang berlangsung dan meminta semua pekerja untuk menghentikan segala aktivitas yang berhubungan dengan pembangunan proyek tersebut.

Artikel SebelumnyaKenaikan BBM; Ekonomi Candu Minyak Korbankan Rakyat
Artikel SelanjutnyaWelcome to Wahana Lingkungan Hidup Indonesia – Riau

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini