• sekretariat@walhiriau.or.id
  • Home
  • Isu Kita
    • Bencana Ekologis
    • Energi
    • Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
    • Perkotaan
    • Keadilan Iklim
    • Hutan dan Kebun
    • Kejahatan Lingkungan
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
    • Organisasi Anggota
    • Eksekutif Daerah
    • Dewan Daerah
  • id ID
    • en EN
    • id ID
No Result
View All Result
WALHI Riau
No Result
View All Result
Home Siaran Pers

Seruan Pulihkan Sungai Siak di Hari Lingkungan Hidup 2025

WALHIRiau25 by WALHIRiau25
June 12, 2025
in Siaran Pers
0
0
SHARES
150
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Siaran Pers
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Riau

Related Posts

“Karhutla Berulang di Konsesi Korporasi: 1.351 Titik Api Ungkap Kegagalan Penegakan Hukum”

2026 Darurat Karhutla: Riau Kembali Mendominasi Titik Panas di Sumatra

Awal 2026, Lebih dari 5.000 Titik Api Muncul di Gambut Meski Masih Musim Hujan

Kurma Sempena 23 Tahun WALHI Riau: Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Ruang Hidup di Bumi Melayu

Pekanbaru, 12 Juni 2025—Hari Lingkungan Hidup 2025 memperlihatkan secara jelas relasi kemunduran demokrasi dan lingkungan hidup. Berangkat dari hal tersebut, WALHI Riau bersama kelompok muda berasa dari Mapala Wanapalhi USTI, Humendala FEB Unri, KPA EMC2 FMIPA Unri, Phylomina Faperika Unri, Satwa Saraha FEB UIR, Fasifik FISIPOL UIR dan Pondok Belantara. Peserta aksi mengingatkan bahaya kerusakan lingkungan hidup dengan keberlanjutan kehidupan kita. Karena itu aksi tersebut dilakukan di kawasan ekosistem Sungai Siak, sungai yang  tercemar karena limbah industri, limbah rumah tangga, dan sampah plastik.

Muhammad Aldi Saputra, Ketua Humendala FEB Unri menyebut Sungai Siak merupakan salah satu simbol pencemaran lingkungan hidup di Riau. Saat ini status Sungai Siak sebagai sungai tercemar. Kajian Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) menyebut  Sungai Siak tercemar bahan kimia klorin, fosfat hingga mikroplastik. Selanjutnya, Jurnal Rekayasa Hijau menyebut aktivitas perkebunan kelapa sawit, Hutan Tanaman Industri (HTI), dan pabrik pengolahan nabati, dan pemukiman penduduk berkontribusi pada pencemaran Sungai Siak.

Di atas sungai tercemar ini kami membentang dan menyampaikan pesan untuk peduli pada sungai dan lingkungan hidup. Untuk memulihkan Sungai Siak dan lingkungan hidup di Riau, pemerintah harus dengan tegas menegakkan hukum dan memaksa perusahaan-perusahaan pencemar dan perusak lingkungan hidup untuk bertanggung jawab melakukan kegiatan pemulihan secara menyeluruh,”  sebut Aldi.

WALHI Riau juga mendorong pemerintah menggunakan kewenangannya untuk melakukan reviu perizinan perusahaan-perusahaan yang mengakibatkan kerusakan secara terus menerus. Upaya pemulihan harus selaras dengan dorongan pemulihan hak atas tanah dan sumber daya alam masyarakat Melayu dan masyarakat lokal di Riau yang dirampas oleh skema perizinan serampangan dan aktivitas ilegal.

Hari Lingkungan Hidup 2025 mengangkat tema ending plastic pollution. Pencemaran Sungai Siak salah satunya diakibatkan polusi plastik. Sampah plastik yang dibuang ke Sungai Siak akan terfragmentasi menjadi mikroplastik dan  berbahaya untuk kesehatan manusia, spesies, termasuk ekosistem sungai.

Para peserta aksi juga menyerukan agar pemerintah berbagai level tidak hanya melakukan gimmick dan ikut-ikutan seruan global dengan tema tersebut. Pemerintah harus dengan tegas mengatasi dan memulihkan Sungai Siak dari polusi plastik dan pencemar lainnya. Memastikan pemulihan Sungai Siak akan relevan memastikan warisan lingkungan hidup tanah Melayu yang lebih baik untuk generasi depan. Posisi Sungai Siak sebagai lokasi prioritas pemulihan daerah aliran sungai (DAS) harus segera dilaksanakan.

Narahubung: 

– WALHI Riau (0822 8824 5828)

Next Post

Tunjuk Ajar Lingkungan Hidup 2025 Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia: Menggaungkan Isu Krisis Ekologis Melalui Film dan Seminar Publik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel lain

Siaran Pers

“Karhutla Berulang di Konsesi Korporasi: 1.351 Titik Api Ungkap Kegagalan Penegakan Hukum”

by WALHI Riau
April 2, 2026
0

Rilis MediaWahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Pekanbaru, 2 April 2026- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menyoroti peningkatan signifikan kebakaran hutan...

Read more

“Karhutla Berulang di Konsesi Korporasi: 1.351 Titik Api Ungkap Kegagalan Penegakan Hukum”

2026 Darurat Karhutla: Riau Kembali Mendominasi Titik Panas di Sumatra

Awal 2026, Lebih dari 5.000 Titik Api Muncul di Gambut Meski Masih Musim Hujan

Kurma Sempena 23 Tahun WALHI Riau: Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Ruang Hidup di Bumi Melayu

Ajukan Amicus Curiae: Bebaskan Petani Bunga Raya dan Hentikan Perampasan Lahan oleh PT TKWL

Seruan Pembebasan Petani Bunga Raya: Petani Bukan Penjahat!

Load More

[]


Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) RIau “Mewujudkan Riau Adil dan Lestari Berlandaskan Nilai Keadilan Ekologis”

© WALHI Riau 2025

  • Home
  • Isu Kita
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
  • Home
  • Isu Kita
    • Bencana Ekologis
    • Energi
    • Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
    • Perkotaan
    • Keadilan Iklim
    • Hutan dan Kebun
    • Kejahatan Lingkungan
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
    • Organisasi Anggota
    • Eksekutif Daerah
    • Dewan Daerah

© 2025 WALHI Riau