• sekretariat@walhiriau.or.id
  • Home
  • Isu Kita
    • Bencana Ekologis
    • Energi
    • Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
    • Perkotaan
    • Keadilan Iklim
    • Hutan dan Kebun
    • Kejahatan Lingkungan
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
    • Organisasi Anggota
    • Eksekutif Daerah
    • Dewan Daerah
  • id ID
    • en EN
    • id ID
No Result
View All Result
WALHI Riau
No Result
View All Result
Home Siaran Pers

Memperingati Hari Bumi: Orang Muda Riau Serukan Tuntutan Transisi Energi Bersih Berkeadilan!  

WALHIRiau25 by WALHIRiau25
July 9, 2025
in Siaran Pers, Utama
0

default

0
SHARES
92
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Siaran Pers  
Wahana Lingkungan Hidup WALHI Riau 

Related Posts

Hilangnya Habitat Harimau Akibat Konsesi HTI Menelan Dua Korban Manusia, Perusahaan Harus Bertanggungjawab

BP Batam dan Polisi Harus Berhenti Merampas Tanah Warga Rempang

Sungai Reteh Tercemar Limbah, Warga Batu Ampar Tuntut Cabut Izin Tambang Batubara PT BPP

Pulau Rempang Bukan Ruang Kosong: BP Batam Hentikan Penerobosan Lahan Masyarakat  

Pekanbaru, 22 April 2025 – Memperingati Hari Bumi Sedunia, Orang Muda Riau yang terdiri dari mahasiswa pecinta alam lingkungan dan lingkungan hidup, serta berbagai komunitas menggelar aksi simbolik di Kelurahan Okura, tepat di perairan Sungai Siak, sebagai bentuk penolakan terhadap ketergantungan energi fosil dan desakan terhadap pemerintah untuk segera melakukan transisi menuju energi bersih berkeadilan. Aksi ini mengusung tema global “Our Power, Our Planet” yang menyoroti urgensi energi terbarukan di tengah krisis iklim yang semakin mengancam kehidupan. 

Dengan menggunakan sampan milik nelayan setempat, para peserta aksi menyusuri Sungai Siak dan membentangkan spanduk serta poster di perairan yang langsung berhadapan dengan PLTU Tenayan Raya, salah satu pembangkit berbasis batubara di Kota Pekanbaru. Dalam aksinya, Orang Muda Riau menyerukan tuntutan pensiun dini PLTU dan peralihan segera ke sumber energi bersih yang berprinsip keadilan. 

“PLTU Tenayan Raya yang hingga kini masih beroperasi menjadi simbol kegagalan kita keluar dari ketergantungan energi kotor. Polusi yang dihasilkan PLTU ini terus mencemari Sungai Siak dan merampas hak warga di sekitarnya atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. Pemerintah harus segera melakukan pensiun dini PLTU,” ujar Putri, relawan WALHI Riau yang tergabung dalam aksi. 

Aksi ini menyoroti bahwa lokasi sekitar PLTU menjadi titik strategis untuk menyuarakan keresahan orang muda terhadap dampak energi fosil. Sungai Siak yang dilalui tongkang batubara kerap tercemar akibat tumpahan angkutan dan limbah PLTU seperti Bottom Ash dan Fly Ash (FABA), yang membahayakan ekosistem dan kesehatan masyarakat. 

Orang Muda Riau juga menolak skema transisi energi palsu yang dimuat dalam dokumen RUED-P Provinsi Riau seperti co-firing biomassa dari cangkang sawit, PLTBm, dan PLTSa yang terbukti kontraproduktif dan tidak menyentuh akar masalah untuk benar-benar lepas dari ketergantungan terhadap energi kotor.

Menurut Sabila, anggota WANAPALHI USTI, pendekatan ini hanya akan memperkuat ketergantungan terhadap industri sawit dan menambah emisi dari sektor Forest and Other Land Use (FOLU) akibat meningkatnya kebutuhan bahan baku biomassa. “Transisi energi tidak bisa hanya soal mengganti sumber listrik, tetapi harus menjamin seluruh rantainya bersih, adil, dan partisipatif di mana seluruh proses pengadaannya memberikan ruang partisipasi yang bermakna bagi masyarakat,” tegas Sabila. 

Kharik Anhar, Presiden I Ibempi juga menyampaikan kritik yang diarahkan kepada pemerintah daerah. Menurutnya,  Pemda tidak ambisius dalam menghentikan penggunaan energi fosil dan menargetkan penurunan emisi. Orang Muda Riau mendesak peninjauan ulang terhadap RUED-P Riau serta mendorong kebijakan transisi energi yang tepat sasaran dan tidak terjebak pada solusi semu. 

“Kami tidak ingin mewarisi bumi yang rusak. Kami menuntut masa depan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Pemerintah harus segera menghentikan pembangunan PLTU baru, pensiunkan yang sudah ada, dan berkomitmen penuh pada transisi energi yang berpihak kepada masyarakat, bukan korporasi,” tutup Kharik. 

Narahubung :
WALHI Riau (082288245828)

Next Post

BUKAN LAGI PSN, HENTIKAN PROYEK REMPANG ECO CITY!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel lain

Hutan dan Kebun

Hilangnya Habitat Harimau Akibat Konsesi HTI Menelan Dua Korban Manusia, Perusahaan Harus Bertanggungjawab

by WALHI Riau
July 20, 2026
0

Siaran PersWahana Lingkunan Hidup Indonesia (WALHI) Riau Selasa, 14 Juli 2026 – Kembali terjadi serangan harimau sumatera mematikan yang merenggut...

Read more

Hilangnya Habitat Harimau Akibat Konsesi HTI Menelan Dua Korban Manusia, Perusahaan Harus Bertanggungjawab

BP Batam dan Polisi Harus Berhenti Merampas Tanah Warga Rempang

Sungai Reteh Tercemar Limbah, Warga Batu Ampar Tuntut Cabut Izin Tambang Batubara PT BPP

Pulau Rempang Bukan Ruang Kosong: BP Batam Hentikan Penerobosan Lahan Masyarakat  

Jejak Fesyen Eropa di Hutan Indonesia: Mengapa Viskose Harus Masuk EUDR

Hari Lingkungan Hidup 2026: Selamatkan Ruang Hidup, Wujudkan Keadilan Ekologis

Load More

[]


Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) RIau “Mewujudkan Riau Adil dan Lestari Berlandaskan Nilai Keadilan Ekologis”

© WALHI Riau 2025

  • Home
  • Isu Kita
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
  • Home
  • Isu Kita
    • Bencana Ekologis
    • Energi
    • Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
    • Perkotaan
    • Keadilan Iklim
    • Hutan dan Kebun
    • Kejahatan Lingkungan
  • Form Pengaduan Rakyat
  • Tentang Kami
    • Organisasi Anggota
    • Eksekutif Daerah
    • Dewan Daerah

© 2025 WALHI Riau